
Waspada ada likuefaksi dari gempa NTT

Bandung (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian ESDM mengidentifikasi Gempa magnitudo 7,7 dan kedalaman 15 kilometer di NTT memunculkan bahaya ikutan yang perlu diwaspadai, mulai dari gerakan tanah, hingga likuefaksi.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria di Bandung, Sabtu, indikasi ini berdasarkan foto-foto dokumentasi dari lapangan yang memperlihatkan dampak guncangan di lapangan yang menunjukkan adanya retakan dinding, kerusakan komponen bangunan, hingga keruntuhan sebagian struktur, serta laporan adanya air yang keluar dari tanah.
"Selain dampak langsung berupa guncangan, kami juga mengidentifikasi adanya beberapa bahaya ikutan, di antaranya adalah tsunami, gerakan tanah, retakan tanah, serta indikasi likuefaksi," kata Lana.
Di Waekokak–Mbay, kata Lana, dilaporkan adanya air yang keluar dari tanah setelah gempa, sementara di Bonea, Selayar, teramati tsunami kecil.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Badan Geologi: Ada bahaya turutan likuefaksi dari gempa NTT
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
