Logo Header Antaranews Makassar

9.290 warga mengungsi akibat gempa di NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 10:57 WIB
Image Print
Ilustrasi: Petugas melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). ANTARA FOTO/Gregorio J Gilbert/sth/nz/am.

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkonfirmasi sementara ini ada 9.290 warga bertahan di titik-titik pengungsian pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Minggu, mengatakan berdasarkan pemutakhiran data pukul 00.00 WIB tadi malam konsentrasi pengungsi terbesar di NTT berada di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa

Pengungsi di Kabupaten Sikka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan 2.000 jiwa mengungsi secara mandiri di 10 titik lokasi.

Sementara itu ratusan warga terdampak lainnya juga dilaporkan mengungsi di Kabupaten Nagekeo sebanyak 500 jiwa, Kota Bima (NTB), hingga Kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan). Jadi secara keseluruhan ada 9.290 pengungsi.

Berton memastikan pemenuhan hak-hak dasar dan kebutuhan logistik di area pengungsian kini menjadi fokus utama penanganan masa darurat.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Data sementara, BNPB: 9.290 warga mengungsi akibat gempa NTT



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026