
Sswa Sekolah Rakyat mulai tempati gedung baru di Sinjai

Makassar (ANTARA) - Sebanyak 305 siswa Sekolah Rakyat bersama para guru dan sejumlah tenaga pendidikan secara resmi mulai menempati gedung baru fungsional di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (15/08).
"Murid kami sudah masuk asrama maupun sekolah, baik itu murid baru maupun murid rintisan sebanyak 305 anak untuk semua jenjang (SD, SMP, dan SMA)," kata Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Sinjai Rahmat Surianto di Makassar, Minggu.
Pihaknya telah melakukan penerimaan siswa baru sebanyak 230 orang dari 270 kuota yang disediakan. Hanya saja, kata dia, berdasarkan hasil penjangkauan sementara, hanya terdapat 230 anak. Sementara sisa siswa dari tahun ajaran sebelumnya sebanyak 75 orang.
"Sementara yang berhasil dijangkau dan diplenokan sejumlah 230 siswa. Kami tetap berharap agar kuotanya dapat terpenuhi melalui tim penjangkauan," ucap Rahmat Surianto.
Para siswa baru akan mengikuti MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) lanjutan melalui program-program keasramaan sebelum menerima materi yang melibatkan unsur guru dan tenaga pendidikan maupun mitra tamu (termasuk TNI) pada Selasa 19 Agustus hingga akhir Agustus mendatang.
Selanjutnya kegiatan matrikulasi akan dilaksanakan selama September untuk mempersiapkan para siswa menerima pembelajaran di kelas.
Sebelumnya SRT Sinjai telah melakukan penyambutan kepada ratusan siswa baru pada 13 Juni 2026, namun karena pembangunan gedung sekolah belum rampung, maka para siswa dipulangkan untuk mengurasi risiko terkait keamanan dan kenyamanan para siswa.
Saat ini, kata Rahmat, kendati gedung belum rampung 100 persen, namun kondisi gedung dinilai cukup mumpuni untuk difungsikan bagi kegiatan SRT, termasuk asrama.
SRT di Kabupaten Sinjai itu juga telah menyiapkan sebanyak 26 guru tamu untuk siswa baru, antara lain 17 guru SMA.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ratusan siswa Sekolah Rakyat di Sinjai mulai tempati gedung baru
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
