Logo Header Antaranews Makassar

138 petugas SPPG di Makassar dilatih deteksi dini keamanan pangan MBG

Rabu, 19 Agustus 2026 04:20 WIB
Image Print
Suasana foto bersama petugas SPPG dengan jajaran BBPOM di Makassar usai mengikuti pelatihan di Aula BBPOM Makassar. ANTARA/ HO-BBPOM Mks

Makassar (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar melatih 138 petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk deteksi dini keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami melatih petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan rapid test kit atau alat uji cepat," kata Kepala BBPOM Yosef Dwi Irwan di Makassar, Selasa.

Pelatihan yang digelar pada di Aula Baji Minasa BBPOM di Makassar itu diikuti 138 kepala SPPG dan ahli gizi dari 69 SPPG yang berada di Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa.

Yosef mengatakan, penguatan kapasitas petugas SPPG menjadi bagian penting dalam mengawal program MBG yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: BBPOM Makassar edukasi orang tua siswa soal keamanan jajanan sekolah

“Kegiatan ini sekaligus tindak lanjut instruksi Kepala BPOM RI agar memberikan dukungan terhadap program-program prioritas presiden dan wakil presiden, termasuk MBG,” ujarnya.

Menurut dia, MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga menyasar penerima manfaat lainnya seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program tersebut sekaligus berpotensi membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Karena itu, Yosef menekankan pentingnya memastikan pangan yang disajikan dalam program MBG aman dan bermutu, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pemorsian hingga distribusi kepada penerima manfaat.

Baca juga: BPOM perkuat sistem distribusi obat lewat CDOB di seluruh FPK Sulsel

Dalam pelatihan tersebut, narasumber dari Laboratorium BBPOM di Makassar memberikan pembekalan mengenai prinsip dan tata cara penggunaan rapid test kit, termasuk teknik pengambilan dan penanganan sampel, prosedur pengujian hingga interpretasi hasil.

Para peserta juga mendapat kesempatan melakukan praktik langsung untuk mendeteksi sejumlah parameter keamanan dan mutu pangan, seperti formalin, boraks, nitrit, residu pestisida, kesegaran ayam, serta histamin sebagai indikator kesegaran ikan.

Yosef mengatakan, penggunaan alat uji cepat tersebut menjadi salah satu langkah deteksi dini terhadap kemungkinan cemaran bahan kimia berbahaya pada bahan pangan yang digunakan untuk MBG.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026