Logo Header Antaranews Makassar

Peminat Sekolah Rakyat jenjang SMP di Soppeng membludak

Rabu, 19 Agustus 2026 16:42 WIB
Image Print
Aktivitas belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi Soppeng. ANTARA/HO-SRT Soppeng

Makassar (ANTARA) - Masyarakat Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan sangat antusias mendaftarkan anaknya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dari hasil penjangkauan yang dilakukan Tim UPT Kementerian Sosial di daerah, pihak sekolah mencatat terdapat sekitar hampir 150 anak yang berminat menjalani pendidikan pada jenjang SMP di SRT Soppeng.

"Banyak sekali peminatnya SMP karena rata-rata yang tamat SD dan bersyarat mereka mau, khususnya pada Desil 1 dan 2, jadi lumayan banyak," ungkap Kepala SRT Soppeng Arni Erjilla saat dihubungi dari Makassar, Rabu.

Tingginya peminat SMP membuat pihak sekolah mengambil kebijakan untuk menambah kuota siswa pada jenjang tersebut. Apalagi hasil penjangkauan pada tingkat SD dan SMA belum memenuhi kuota, sehingga kuotanya dialihkan ke jenjang SMP.

Berdasarkan aturan yang ada, Kementerian Sosial menerapkan standar kuota setiap jenjang pendidikan sebanyak 90 orang siswa.

Sementara di tahun ajaran baru ini, hasil penjangkauan masing-masing jenjang di SRT Soppeng yakni SD 76 orang, SMP 142 orang dan SMA 64 orang. Sehingga, kekurangan pendaftar pada SD dan SMP diisi oleh calon siswa SMP yang totalnya sebanyak 130 orang guna mencukupi kuota total penerimaan siswa baru SRT sebanyak 270 siswa di 2026.

"SMP bahkan masih ada cadangan 12 orang. Pendaftar SD kurang 14 orang, SMA kurang 26 orang jadi jatahnya kita pindahkan ke SMP 40 orang. Karena itu, tahun depan kuota SMP akan kami kurangi," ujar Arni.

Soal tingginya peminat, Arni mengaku bahwa masyarakat telah banyak melihat kegiatan dan capaian dari siswa SRT yang gencar diinformasikan melalui platform media sosial. Apalagi, siswa SRT berhasil meraih juara 1 Olimpiade Matematika dan juara 2 Olimpiade IPA tingkat Kabupaten Soppeng.

Saat ditanya soal rendahnya peminat SD dan SMA, Arni menyebut masih banyak orangtua maupun anak yang belum siap berpisah dengan anaknya pada usia SD. Sementara pada tingkat SMA, kebanyakan siswa enggan tinggal di asrama dan cenderung memilih sekolah yang lebih bebas, apalagi larangan penggunaan hp juga diterapkan di SRT.

Saat ini, SRT Soppeng belum melakukan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan) lantaran gedung asrama maupun sekolah yang belum rampung. Sehingga, siswa dari tahun ajaran sebelumnya yang jumlahnya sebanyak 84 orang masih menempati sekolah lama.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026