
Nelayan Sinjai hilang diduga jatuh dari kapal

Makassar (ANTARA) - Tim SAR Gabungan memperluas pencarian terhadap nelayan Akmal (21) yang diduga jatuh dari Kapal Jolloro saat perjalanan menuju Pelabuhan Larea-rea, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar melalui keterangan yang diterima di Makassar, Rabu, mengatakan pencarian memasuki hari kedua dengan memperluas penyisiran di sekitar lokasi korban diduga jatuh.
"Kami telah mengerahkan personel rescue dari Pos SAR Bone beserta sarana pendukung air untuk memaksimalkan penyisiran di Perairan Pasi Mabborong untuk pencarian korban," kata Arif.
Akmal dilaporkan hilang pada Selasa (18/8) sekitar pukul 06.00 WITA saat perjalanan pulang dari Perairan Pasi Mabborong, Kecamatan Pulau Sembilan, menuju Pelabuhan Larea-rea.
Baca juga: Seorang nelayan tenggelam di perairan New Port Makassar
Sebelum kejadian, korban diketahui sempat memilah ikan hasil tangkapan untuk dijual. Dalam perjalanan pulang, Akmal berjalan ke bagian belakang kapal untuk mencuci tangan dan masih sempat terlihat oleh rekannya.
Namun, setelah kapal tiba di Pelabuhan Larea-rea, korban sudah tidak terlihat. Nelayan bersama masyarakat kemudian melakukan pencarian awal di sekitar lokasi, tetapi belum menemukan korban.
Tim SAR Gabungan selanjutnya melakukan penyisiran di Perairan Pasi Mabborong hingga lintasan perairan menuju Pelabuhan Larea-rea yang diduga menjadi jalur perjalanan korban.
"Sekarang sudah pencarian hari kedua, dan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan terus berupaya secara optimal menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya korban. Kami berharap sinergi ini segera membuahkan hasil dan korban dapat ditemukan," ujarnya.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bone, SAR Brimob, Polairud Kabupaten Sinjai, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD Kabupaten Sinjai, serta masyarakat setempat.
Pergerakan tim di lapangan didukung kendaraan evakuasi dan sarana peralatan pendukung operasi SAR untuk mempercepat pencarian korban di wilayah perairan tersebut.
Baca juga: Seorang nelayan hilang karena kecelakaan di Bone
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
