
Makassar salurkan bantuan pupuk dan benih untuk kelompok tani

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyalurkan ribuan liter pupuk dan benih untuk kelompok tani dalam memperkuat sektor pertanian di tengah keterbatasan lahan dan ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Kamis, mengatakan salah satu langkah yang dilakukan, yakni memperluas dukungan sarana produksi pertanian sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas petani.
"Musyawarah tani menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemerintah dengan kelompok tani dalam membahas berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian, sekaligus mencari solusi secara bersama-sama," ujarnya.
Dalam kegiatan Musyawarah Tani "Abbulo Sibatang" itu, Pemerintah Kota Makassar menyalurkan sejumlah bantuan kepada kelompok tani.
Bantuan itu terdiri atas 2.000 liter pupuk organik cair, 2.365 kilogram benih padi sebar, lima unit kultivator, 20 unit hand sprayer elektrik, serta dua unit pompa air pinggang 3 inchi.
Menurutnya, musyawarah tani ini upaya mengatasi dampak perubahan iklim melalui perluasan implementasi teknologi untuk peningkatan indeks pertanaman dan luas tambah tanam sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini.
Munafri menilai perubahan iklim dan musim kering berkepanjangan menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan pertanian, khususnya dalam memastikan ketersediaan air.
Ia mengaku telah turun langsung melihat kondisi masyarakat di sejumlah wilayah. Persoalan ketersediaan air, bukan hanya berdampak terhadap sektor pertanian, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari.
"Karena itu, pemerintah kota memastikan berbagai kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, termasuk memberikan dukungan agar aktivitas pertanian tetap berjalan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu," katanya.
Munafri mengungkapkan Kota Makassar merupakan kota dengan keterbatasan lahan pertanian. Kondisi tersebut membuat pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pola pertanian konvensional, tetapi harus mulai memperluas penggunaan teknologi.
"Dengan lahan yang tidak tersedia dalam jumlah besar, kita berharap pembangunan ke depan menggunakan berbagai teknologi pertanian," ujarnya.
Salah satu yang tengah dirancang Pemerintah Kota Makassar, yakni pembangunan sejumlah greenhouse berbasis teknologi Internet of Things (IoT).
Greenhouse tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga produktivitas tanaman agar tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.
"Dengan greenhouse, kita berharap ke depan tidak lagi terlalu tergantung dengan cuaca, tetapi bagaimana produktivitas pertanian ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
