
Dekranasda tingkatkan daya saing produk Perempuan Paotere

Makassar (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melalui Dinas Koperasi dan UKM dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulsel meningkatkan daya saing produk perempuan pesisir Paotere melalui pelatihan penguatan kemasan produk kerajinan dari sisik ikan.
Pelatihan diikuti 35 perajin perempuan dari kawasan pesisir Paotere di UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Makassar, Kamis.
Ketua Bidang Kemitraan Dekranasda Sulsel Ainun Jariah mengatakan pelatihan tersebut diarahkan untuk membekali perajin dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan kemasan menggunakan bahan lokal yang ramah lingkungan.
“Pelatihan ini juga memberikan pemahaman mengenai perluasan pasar produk kerajinan sekaligus membangun kemitraan untuk mendukung pengembangan pemasaran produk perajin perempuan,” kata Ainun.
Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengembangan kemasan yang lebih berkualitas, ramah lingkungan, dan sesuai ketentuan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing serta memperluas peluang pemasaran produk kerajinan.
Para perajin perempuan pesisir Paotere selama ini mengolah sisik ikan menjadi berbagai produk kerajinan, di antaranya gantungan dan vas bunga. Melalui pelatihan tersebut, produk yang telah dihasilkan diharapkan memiliki tampilan kemasan yang lebih menarik dan memiliki nilai tambah, ujar dia.
Pengurus Dekranasda Sulsel Tuti Setiawan mengatakan penguatan kemasan menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong UMKM naik kelas.
“Wilayah pesisir memiliki potensi ekonomi yang besar. Selain hasil laut, berbagai hasil samping perikanan juga berpotensi dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui kreativitas dan inovasi,” katanya.
Menurut dia, pemanfaatan sisik ikan menjadi produk kerajinan menunjukkan bahwa bahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai estetika dan peluang ekonomi.
“Pelatihan ini bukan hanya mengenai bagaimana membuat kemasan yang menarik dan sesuai ketentuan, tetapi juga mendorong pola pikir bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sumber nilai tambah dan peluang usaha,” katanya.
Menurut dia, Pelaku UMKM tidak hanya perlu menghasilkan produk yang kreatif, tetapi juga memahami pengemasan, pemasaran, pengembangan usaha, dan aspek lain yang dapat meningkatkan daya saing produk.
“Kami berharap kelompok usaha perempuan pesisir dapat terus mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi, ramah lingkungan, memiliki identitas daerah, dan memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dekranasda Sulsel dengan sejumlah mitra, yakni IWAPI Sulsel, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Sulsel, serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel.
Tuti berharap kerja sama yang dituangkan melalui MoU dapat ditindaklanjuti dalam berbagai program yang memberikan peluang lebih luas bagi perajin Sulsel untuk mengembangkan usaha dan memperluas akses pemasaran.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
