
Jasad nelayan Sinjai ditemukan mengapung di laut

Makassar (ANTARA) - Kantor Basarnas Makassar, Sulawesi Selatan mengatakan seorang nelayan bernama Umar Saputra (21) yang dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di sekitar perairan Kanalo 2, Kabupaten Sinjai, Sulsel.
"Memasuki pencarian hari keempat, korban ditemukan oleh ABK kapal penumpang yang melintas di sekitar perairan Kanalo," ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammmad Arif Anwar melalui keterangan diterima di Makassar, Jumat.
Berdasarkan informasi, jasad itu pertama kali dilihat anak buah kapal (ABK) kapal penumpang yang sedang berlayar dari Cappa Ujung menuju Kanalo 2, sekitar pukul 13.30 Wita, Selanjutnya, pihak kapal tersebut melaporkan temuan ini ke posko SAR gabungan.
Setelah menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi korban dan membawa ke Rumah Sakit Sinjai untuk proses penanganan lebih lanjut, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
"Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Apresiasi disampaikan setinggi-tingginya atas sinergi dan kerja keras seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat setempat yang telah berjuang di lapangan hingga korban ditemukan," katanya.
Operasi SAR kemanusiaan berjalan lancar berkat kolaborasi Tim Rescue Pos SAR Bone (Basarnas Makassar), SAR Brimob, Polairud Kabupaten Sinjai, babinsa, bhabinkamtibmas, BPBD Kabupaten Sinjai, serta peran aktif masyarakat dan nelayan setempat.
Dengan ditemukan korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang membantu pencarian kembali ke satuan masing-masing.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang diduga terjatuh dari kapal saat menuju pulang dari perairan Pasi Mabborong menuju Pelabuhan Larea-Rea, Sinjai pada Selasa (18/8), pukul 06.00 Wita.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
