Logo Header Antaranews Makassar

Wamen P2MI gandeng Unhas perkuat SMK Go Global

Sabtu, 22 Agustus 2026 06:39 WIB
Image Print
Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla didampingi Wakil Rektor Unhas Prof Amir Ilyas meninjau fasilitas MSC Unhas Tamalanrea, Makassar, Jumat, (21/8/2026).ANTARA/HO-Unhas

Makassar (ANTARA) - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, mendorong penguatan kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam mendukung pelaksanaan program SMK Go Global.

Dzulfikar Ahmad Tawalla di Makassar, Sulsel, Jumat, sekaligus meninjau sejumlah fasilitas Migrant Service Center (MSC) untuk melihat kesiapan MSC Unhas terkait pengembangan talenta vokasi untuk pasar kerja global sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

Wamen Dzulfikar mengapresiasi fasilitas yang tersedia di MSC Unhas. Ia menilai fasilitas tersebut dapat mendukung peningkatan kapasitas calon pekerja migran melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan yang terintegrasi.

Menurut dia, potensi MSC Unhas dapat disinergikan dengan program SMK Go Global, dimana Sulawesi Selatan mendapat mandat 850 peserta.

“Fasilitas Migrant Service Center Unhas sudah cukup lengkap untuk mendukung agenda ini. Kami berharap keterlibatan Unhas untuk memastikan peserta program ini memiliki kompetensi yang memadai sebelum memasuki pasar kerja internasional,” jelas Dzulfikar.

Dzulfikar juga menyoroti potensi jejaring alumni Unhas yang tersebar di berbagai wilayah. Jejaring tersebut dinilai dapat mendukung upaya pemerintah memperluas penempatan pekerja migran pada sektor formal.

Sementara Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas Prof Dr Amir Ilyas mengatakan, pendirian MSC Unhas merupakan bagian dari upaya universitas memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing global.

“Perguruan tinggi memiliki keunggulan melalui kapasitas akademik, sumber daya manusia, jejaring kemitraan, serta fasilitas pelatihan," ujarnya.

"Potensi ini dapat kita gunakan untuk mendukung peningkatan kompetensi pekerja migran, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai aspek keamanan dan perlindungan kerja,” lanjutnya.

Menurut dia, MSC Unhas dirancang sebagai ruang kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat. Layanannya mencakup edukasi, pelatihan, dan pendampingan bagi calon, pekerja, hingga purna pekerja migran, termasuk persiapan sebelum keberangkatan dan proses reintegrasi setelah kembali ke Indonesia.

“Melalui MSC, Unhas ingin memberikan kontribusi nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan pasar kerja global,” tambah Prof. Amir.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026