
Dinkes Sulbar tingkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak

Mamuju (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui orientasi kelas ibu balita bagi tenaga kesehatan bidan dan tenaga pelaksana gizi lingkup Kabupaten Mamuju.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim, di Mamuju, Sabtu, mengatakan, kelas ibu balita menjadi salah satu strategi pemberdayaan keluarga dan masyarakat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
"Melalui kelas ini, keluarga diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, memantau pertumbuhan dan perkembangan, menerapkan pola pengasuhan yang tepat serta memanfaatkan buku kesehatan ibu dan anak (KIA) secara optimal," kata Nursyamsi.
Nursyamsi menegaskan bahwa tenaga kesehatan di puskesmas memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat.
Sehingga, tenaga kesehatan tidak hanya dituntut menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menjadi edukator dan pendamping keluarga.
"Karena itu, orientasi bagi bidan dan tenaga pelaksana gizi diharapkan mampu memperkuat keterampilan dalam membangun komunikasi yang efektif dengan keluarga, khususnya terkait pemenuhan gizi, ASI, MPASI, pengasuhan serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak," jelas Nursyamsi.
Nursyamsi menyampaikan, pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak hanya dilakukan melalui pendidikan, tetapi juga dimulai dari pemenuhan kesehatan dan gizi sejak masa awal kehidupan.
"Kita ingin memastikan orang tua tidak hanya membawa anak ke fasilitas kesehatan ketika sakit, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini," jelas Nursyamsi.
Melalui penguatan kelas ibu balita, Dinkes P2KB Sulbar berkomitmen membangun kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Sulbar Suraidah Suhardi mendorong tenaga kesehatan terus meningkatkan kompetensi dan memperkuat pendekatan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Penguatan tersebut, menurut Suraidah, menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
"Kegiatan orientasi ini juga menjadi ruang bagi tenaga kesehatan untuk memperkuat pemahaman mengenai pelaksanaan kelas ibu balita agar dapat diterapkan secara efektif di wilayah kerja masing-masing," kata Suraidah.
Pewarta : Amirullah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
