Logo Header Antaranews Makassar

Akademisi UNM bantu pemuda di Pangkep inovasi pengecatan kendaraan

Minggu, 23 Agustus 2026 07:27 WIB
Image Print
Ketua Tim Pengabdi UNM Muh Bhilal Halim (kanan) menjelaskan cara kerja alat mart mini oven atau alat pengering portabel setelah proses pengecetan bodi kendaraan kepada para peserta pelatihan, pada salah satu bengkel, di Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (ANTARA/HO-Dokumentasi Tim Pengabdi UNM-UNIFA)

Pangkep (ANTARA) - Tim akademisi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) membantu komunitas pemuda pencinta otomotif di desa dengan menerapkan inovasi teknologi berupa smart mini oven, atau alat pengering portabel setelah proses pengecatan kendaraan, di Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan.

"Kami menghadirkan inovasi teknologi tepat guna ini yang dirancang khusus untuk kebutuhan bengkel skala pemula. Keunggulannya berupa sistem pengendalian suhu presisi yang dijaga konstan pada rentang 38 hingga 43 derajat celcius oleh termostat digital," ujar Ketua Tim Pengabdi UNM Muh Bhilal Halim di Pangkep, Minggu.

Dosen Program Studi Teknik Otomotif UNM ini menjelaskan, jika menggunakan metode konvensional maka membutuhkan waktu pengeringan 12-24 jam tergantung cuaca. Selain itu, rentan terkena kontaminasi debu yang dapat merusak kualitas akhir lapisan cat.

Dengan menggunakan teknologi ini, kata dia, hemat energi karena hanya mengonsumsi daya listrik sebesar 260 Watt yang bersumber dari dua elemen pemanas yaitu 130 Watt, dan sangat ramah untuk kapasitas listrik rumah tangga di daerah perdesaan.

Penerapan oven pengering ini terbukti mampu memangkas waktu pengeringan cat hingga 85 persen lebih cepat, dengan estimasi waktu 1-4 jam tanpa terkendala oleh kondisi cuaca.

Ia menjelaskan, penerapan inovasi ini sebagai upaya menciptakan peluang wirausaha mandiri dan menekan angka pengangguran pemuda di pedesaan, melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk Autopain yang dijalankan tim dari akademisi UNM bersama Universitas Fajar (UNIFA).

Bhilal menyampaikan, fokus utama dari program ini tidak hanya sebatas penyerahan alat, tetapi juga alih teknologi dan peningkatan kompetensi pemuda lokal agar mampu bersaing secara profesional.

"Kami melihat potensi besar pada generasi muda di Tondong Tallasa, hadirnya alat ini kami optimistis para pemuda dapat menghasilkan karya pengecatan otomotif berstandar industri dan mampu mengelola bengkel usaha secara mandiri dan berkelanjutan," katanya optimis.

Selain menyerahkan satu unit Smart-Mini Oven beserta paket peralatan pendukung seperti kompresor listrik 1 HP, spray gun HVLP, dan Alat Pelindung Diri (APD) K3, tim pengabdi UNM juga memberikan pelatihan teknis berbasis "learning by doing" kepada 10 pemuda anggota KNPI setempat.

Pelatihan tersebut membekali peserta pemahaman material cat, teknik pengamplasan bertingkat dari grit 220 hingga 2.000, teknik penyemprotan yang benar, prosedur K3, hingga pengoperasian oven secara mandiri.

Selain aspek teknis, para pemuda dibekali kemampuan manajemen bengkel, pencatatan keuangan sederhana, perhitungan harga pokok jasa, hingga strategi pemasaran digital guna membentuk kelembagaan usaha bengkel komunitas yang berkelanjutan.

Ketua KNPI Tondong Tallasa Muhammad Hasim menambahkan, dengan keberadaan alat ini maka hasil pengecatan lebih rapi, mengkilap, dan cepat kering, serta menjadi modal pemuda merintis usaha bengkel mandiri. Pihaknya mengapresiasi pendanaan dari DPPM Kemdiktisaintek serta pendampingan tim UNM dan UNIFA.

Program tersebut merupakan pengabdian berbasis hilirisasi teknologi tepat guna didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2025 2026.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026