Logo Header Antaranews Makassar

Tolak politik uang di Muktamar ke-35 NU

Minggu, 23 Agustus 2026 08:40 WIB
Image Print
Forum Ulama Nahdliyin (FUN) menggelar Halaqah Jam’iyyah Nahdlatul Ulama bertema “Menyelamatkan Marwah Syuriyah dan Kemuliaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA)” di Jakarta, Jumat (21/8/2026). (ANTARA/HO-Humas FUN)

Jakarta (ANTARA) - Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) bersama sejumlah pengurus syuriyah dan tanfidziyah serta pengasuh pesantren menyerukan penolakan politik uang dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

"Segenap pengurus PWNU dan PCNU wajib hukumnya melawan suap AHWA, wajib tanpa terkecuali," kata tokoh NU yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH Abdul Manan Ghoni dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Manan dalam Halaqah Jam'iyyah Nahdlatul Ulama bertema "Menyelamatkan Marwah Syuriyah dan Kemuliaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA)" di Jakarta, Jumat (21/8).

"Menerima suap itu adalah kebobrokan moral tertinggi yang tidak seharusnya dinormalisasikan oleh para muktamirin," ujarnya.

Sejumlah tokoh NU hadir dalam halaqah tersebut, di antaranya Penasehat LBM PWNU DKI KH Mukti Ali Qusyairi, KH Adnan Anwar, Ketua Tanfidziyah PWNU DKI KH Samsul Ma'arif, dan Ketua FUN KH Mujib Qulyubi.

KH Samsul Ma'arif yang menjadi salah satu narasumber mengatakan proses ishlah yang sebelumnya berlangsung antara Rais Aam Kiai Miftahul Ahyar dan Ketua Umum PBNU Gus Yahya belum menyelesaikan persoalan di antara keduanya.

"Ishlah itu hanya formalistik di permukaan, sampai sekarang sejatinya tidak pernah ada ishlah antara keduanya. Bahkan dalam satu kesempatan bersama dengan Gus Yahya, DKI diminta mundur menjadi tuan rumah muktamar, namun saya menolaknya," ungkap Samsul.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Forum ulama satukan komitmen tolak politik uang di Muktamar ke-35 NU



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026