
Prabowo segera luncurkan PLTS di Bali

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Selasa, menyampaikan peluncuran PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air, yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
"Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD)," katanya.
Langkah itu diambil mengingat Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru mencapai sekitar 1,5 GWp.
Program itu akan dibangun bertahap, yaknj tahap I sebanyak 17 GWp, tahap II 18 GWp, dan tahap III 30 GWp.
Sepanjang 2025, kata Mensesneg, pemerintah telah membangun 15 pembangkit energi baru terbarukan (EBT), terbagi atas 12 PLTS dan tiga pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) senilai Rp103,3 miliar, yang melayani 1.831 kepala keluarga dan 131 fasilitas umum.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo akan luncurkan PLTS 100 GWp di Bali untuk perkuat kemandirian energi
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
