Logo Header Antaranews Makassar

Kodim Gowa siagakan personel cegah karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 20:29 WIB
Image Print
Tim Gabungan personel TNI dan Damkar Gowa melaksanakan pemadaman lahan yang terbakar di wilayah Palangga, Kabupaaten Gowa, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Dokumentasi Kodim 1409/Gowa.

Gowa (ANTARA) - Komandan Kodim (Dandim) 1409/Gowa Letkol (Inf) Gilang Nugraha Kresnadi menyatakan telah menyiagakan personel TNI dan dibantu tim Damkar Gowa serta kepolisian guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karahutla) susulan di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

"Saya membuat siaga untuk pasukan saya, karena unit Damkar Kodim Gowa bisa dioperasionalkan setiap saat ada kebakaran," ujarnya saat dikonfirmasi di Gowa, Selasa.

Menurutnya, personel TNI diinstruksikan untuk selalu siap siaga, utamanya Babinsa yang bertugas di setiap Koramil agar intens memantau perkembangan, sekaligus melakukan edukasi serta sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat

Mengenai upaya pembentukan Satgas Karhutla, kata mantan Dandenma Grup 2 pasukan elit Kopasus ini menuturkan, untuk di internal saat ini belum dibentuk, namun tim Damkar Kodim 1409/Gowa selalu siap diturunkan.

Sebagai upaya pencegahan karhutla, kata Alumnus Akmil 2007 ini, telah mengeluarkan imbauan dengan menekankan, dilarang melakukan pembakaran lahan dan hutan, apabila melihat api segera dipadamkan atau melaporkan ke pihak berwajib dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Jika membuang puntung rokok sembarangan sebelum dimatikan apalagi di daerah lahan kering dan hutan, kata perwira TNI pernah ditugaskan di Lebanon sebagai pasukan perdamaian PBB itu, perilaku seperti ini bisa memicu api, dan menimbulkan kebakaran yang berdampak pada wilayah pemukiman dan hutan.

Hal tersebut menyusul kejadian karhutla sejak Sabtu (22/8) malam, di wilayah Bukit Moncong Ritangnga, Dusun Pappareang, Desa Belapungranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Dampaknya, lahan seluas total 1,5 hektare hangus terbakar.

Karhutla susulan juga melanda kawasan lahan pohon pinus dan semak belukar seluas satu hektar pada dua lokasi terpisah, yakni Kelurahan Malino dan Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, pada Selasa (25/8) dini hari. Kebakaran yang diduga dipicu oleh cuaca kemarau ekstrim.

Tim gabungan dari Babinsa Kodim 1409/Gowa, Polsek Parangloe, Manggala Agni, beserta masyarakat setempat telah bergerak cepat menanggulangi kebakaran. Dengan penanganan responsif dilaksanakan guna mencegah kobaran api meluas ke pemukiman maupun area perkebunan warga lainnya, akhirnya api bisa dipadamkan.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan, sebanyak 112 kejadian kasus kebakaran lahan dan hutan (karhutla) tersebar di 15 daerah kabupaten kota wilayah Sulawesi Selatan selama masa kemarau 2026.

"Atas kejadian ini, sudah ada tindakan diambil dan itu pasti berdampak pada persoalan hukum," ujar Kepala Pelaksana BPBD Sulsel Amson Padolo saat dikonfirmasi.

Dari data yang diperoleh, dampak dari rentetan peristiwa Karhutla periode Januari-Agustus 2026 menghanguskan luas area total mencapai 1.613,67 hektare. Luas area yang terbakar terdiri atas 1.607,92 hektare hutan dan lahan, serta 5,75 hektare area perkebunan masyarakat.

Salah satu daerah yang terdampak parah berada di Kabupaten Enrekang dengan kerusakan hutan dan lahan yang mencapai 1.044,55 hektare dengan 10 kejadian. Selanjutnya, di Kabupaten Barru seluas 315 hektare dengan lima kejadian, dan Kabupaten Tana Toraja seluas 126 hektar dengan 11 kejadian.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026