
463 dapur MBG dibekukan, 27.485 SPPG diaudit

Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menyisir dan melakukan audit terhadap 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta data penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala BGN, Sudaryono mengatakan bahwa langkah penertiban tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan lokasi dapur, target sekolah, hingga penerima manfaat sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Jadi, penjelasannya sekarang ini menurut catatan yang beroperasi kan 27.485. Itu kemudian kami sisir, kami profiling dapurnya dan juga kami cek penerima manfaat," kata Sudaryono, selepas rapat terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan bahwa dari total unit yang diaudit, BGN telah menerbitkan surat ketetapan sementara bagi 27.022 SPPG yang datanya terverifikasi tertib, sambil terus melakukan pembaruan data secara berkala.
Sementara itu, BGN mengambil tindakan tegas dengan membekukan sementara atau suspend sebanyak 463 SPPG atau dapur MBG itu.
"Pembekuan tersebut diberlakukan setidaknya selama 10 hari, karena belum melengkapi persyaratan administrasi dan verifikasi kelayakan teknis," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BGN audit 27.485 SPPG dan bekukan sementara 463 dapur MBG
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
