Logo Header Antaranews Makassar

Kopi Mamasa hadir di Dieng Culture Festival 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 10:56 WIB
Image Print
Festival Kopi Dieng menjadi bagian dari pergelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2026 di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, 28-30 Agustus 2026. (ANTARA/Sumarwoto)

Makassar (ANTARA) - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum membawa 14 produk kopi yang sudah terdaftar indikasi geografis dari berbagai daerah di Indonesia ke Dieng Culture Festival 2026. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya DJKI memperkenalkan kekayaan dan keunikan produk indikasi geografis Indonesia sekaligus menyiapkan pengembangan GI Tourism dengan kawasan Dieng sebagai pilot project.

Sebanyak 14 kopi indikasi geografis tersebut terdiri atas Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara, Arabika Sumatera Simalungun, Arabika Sumatera Minang Solok, Arabika Java Preanger, Arabika Java Sindoro-Sumbing, Arabika Flores Bajawa, Arabika Sembalun Lombok, Arabika Bantaeng, Arabika Rumbia Jeneponto, Arabika Toraja, Arabika Mamasa, Robusta Simalungun, Robusta Pagaralam, dan Robusta Mamasa. Keberagaman tersebut memperlihatkan kekayaan cita rasa kopi Indonesia yang tumbuh dari karakter geografis, kondisi alam, serta keterampilan dan tradisi masyarakat di wilayah asalnya.

Melalui konsep “Jelajah Kopi Indikasi Geografis Indonesia”, DJKI mengajak masyarakat mengenal asal suatu produk, menikmati cita rasa khasnya, serta memahami peran masyarakat dan komunitas yang menjaga reputasi produk tersebut. Pengunjung dapat menjelajahi berbagai kopi Indonesia yang telah dilindungi indikasi geografis melalui Paviliun Terpadu DJKI yang mengusung pengalaman Show, Taste, Protect, Sell, dan Visit.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar mengatakan, indikasi geografis tidak hanya berkaitan dengan pelindungan nama atau produk, tetapi juga memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat di wilayah asalnya. Melalui pelindungan yang tepat, keunikan, reputasi, dan kualitas suatu produk dapat terus dijaga sekaligus dikembangkan menjadi kekuatan untuk memperluas pasar dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui pelindungan indikasi geografis, kita ingin mendorong produk-produk khas daerah memiliki nilai ekonomi yang lebih besar. Keunikan asal, reputasi, kualitas, hingga cerita di balik produk dapat menjadi kekuatan untuk membuka pasar sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Hermansyah dalam wawancara melalui daring pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Selain memperkenalkan kopi-kopi dari berbagai daerah, DJKI juga akan mengenalkan produk indikasi geografis yang berasal dari kawasan Dieng, yakni Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara, Carica Dieng, dan Purwaceng. Ketiga produk tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata berbasis asal yang menghubungkan produk dengan budaya, lanskap, masyarakat, dan wilayah penghasilnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026