
Alumni FT Unhas ditantang bangun infrastruktur

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengajak dan mendorong insinyur alumni Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) ikut menyukseskan pembangunan infrastruktur di daerahnya dengan cara turut berperan dalam membangun infrastruktur.
Andi Sudirman di Makassar, Sabtu, mengatakan peran dan kontribusi FT Unhas sangat strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan Sulawesi Selatan yang terus menunjukkan kemajuan.
Saat ini, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tengah melaksanakan Program Multi Years Project (MYP) 2025-2027 yang menjadi salah satu program strategis dalam percepatan pembangunan infrastruktur.
Program tersebut mencakup pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan sepanjang 1.000 kilometer (km), pengembangan jaringan irigasi mengairi sekitar 54.000 hektare persawahan, serta pembangunan 2 Rumah Sakit Regional di wilayah selatan dan utara Sulsel.
“Kontribusi Fakultas Teknik sangat dibutuhkan dalam mendukung pengembangan kawasan strategis, transportasi dan konektivitas, infrastruktur dasar, energi, serta pengembangan wilayah Sulawesi Selatan secara lebih terintegrasi,” katanya saat menghadiri Dies Natalis ke-66 FT Unhas.
Karena itu, ia berharap dukungan dan kontribusi dari keluarga besar Fakultas Teknik Unhas, khususnya para alumni yang tersebar di berbagai bidang profesi, untuk bersama-sama mengawal dan menyukseskan program pembangunan di Sulsel.
Andi Sudirman meyakini kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, akademisi, dan para insinyur menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan pembangunan yang berkualitas dan tepat sasaran.
“Mohon dukungan dari teman-teman Fakultas Teknik Unhas, utamanya para alumni. Semoga bersama-sama kita bisa memastikan dan mengawal agar program-program pembangunan ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
