Logo Header Antaranews Makassar

8.000 CCTV dan call center 112 jaga kamtibmas di Makassar

Senin, 31 Agustus 2026 21:04 WIB
Image Print
Arsip. Pengendara melintas di bawah kamera CCTV (Closed Circuit Television) di salah satu ruas jalan di Makassar, Sulawesi Selatan. (ANTARA/Arnas Padda)

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan mengandalkan 8.000 unit kamera pengawas (Closed-Circuit Television/CCTV) dan pusat panggilan (Call Center) 112 serta memperkuat sinergisitas empat pilar dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Senin, mengatakan, Pemkot Makassar memperkuat sistem pengamanan dan pencegahan gangguan keamanan untuk mengantisipasi terjadinya aksi brutal hingga anarkis di wilayah Kota Makassar.

"Pemkot Makassar tidak dapat menjaga keamanan dan ketertiban secara sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya ormas, untuk bersama-sama menciptakan kondisi Makassar yang aman, nyaman dan kondusif," ujarnya.

Dalam mewujudkan Makassar Aman dan Nyaman itu, pihaknya juga menyiapkan layanan panggilan darurat 112, hingga memperkuat kolaborasi empat pilar keamanan bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas).

Menurutnya, penguatan keamanan di Kota Makassar diarahkan pada sistem yang terintegrasi dengan memadukan teknologi, respons cepat, sinergi antarinstansi, serta pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.

"Pemerintah kota terus kolaborasi keterlibatan TNI, Polri dan ormas untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban yang ada di Kota Makassar," katanya.

Dalam rapat koordinasi itu turut dihadiri Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, Dandim 1408/Makassar Kolonel (Kav) Ino Dwi Setyo Darmawan, Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Andi Panca Sakti, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar Fathur Rahim.

Munafri menerangkan, Pemkot Makassar mengintegrasikan ribuan kamera pengawas yang tersebar di berbagai titik kota dan lorong-lorong.

Saat ini terdapat kurang lebih, sekitar 8.000 titik CCTV yang diarahkan untuk terhubung dengan sistem pemantauan terpusat melalui jaringan fiber optik.

Sistem tersebut dikembangkan agar pemerintah dapat melakukan pemantauan kondisi kota secara lebih cepat dan terintegrasi melalui pusat kendali atau war room.

Dirinya mengakui, proses integrasi seluruh jaringan CCTV masih dalam tahap pembenahan dan pemeliharaan. Sejumlah sambungan masih dalam proses interkoneksi, namun pemerintah kota menargetkan seluruh sistem dapat segera kembali berfungsi secara optimal.

"Secepatnya ini akan bisa selesai dan mengaktivasi seluruh CCTV yang dimiliki oleh pemerintah kota sebagai dasar dari bagaimana kita bisa memantau melalui pola-pola pembangunan digital," terangnya.

Berdasarkan data CCTV lalu lintas pada tahun 2024, Pemerintah Kota Makassar telah memasang sebanyak 230 unit CCTV yang tersebar di 202 titik.

Jumlah tersebut kemudian meningkat pada tahun 2025 menjadi 240 unit CCTV yang terpasang di 212 titik pemantauan



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026