
Respons keluhan warga, Pemkot Makassar dan PLN UID Sulselrabar bahas pemadaman listrik bergilir

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) membahas pemadaman listrik bergilir sebagai respons dari keluhan masyarakat.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, dirinya menerima sejumlah laporan dan keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik sejak Senin (31/08) dan berdasarkan informasi yang diterimanya, pemadaman masih akan berlangsung di sejumlah Kecamatan beberapa hari ke depan.
"Kami ingin mengetahui mendengarkan penjelasan, dan kami meminta cepat dicarikan solusi," ujar Munafri dalam pertemuan bersama General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah yang hadir bersama jajaran manajemen PLN untuk membahas kondisi kelistrikan di Kota Makassar, Selasa.
Pemadaman bergilir, kata Munafri, berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat di Kota Makassar yang setiap hari bergantung pada pasokan listrik, mulai dari aktivitas rumah tangga, pelaku usaha, pelayanan publik, hingga berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pemadaman listrik dalam durasi yang cukup panjang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Terlebih, listrik saat ini menjadi salah satu kebutuhan utama yang menopang hampir seluruh aktivitas warga dan dunia usaha.
Karena itu, ia meminta PLN segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penanganan persoalan kelistrikan sehingga kondisi di lapangan dapat kembali normal.
Pada kesempatan ini, General Manager PT PLN PLN UID Sulselrabar Edyansyah memastikan kondisi sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) masih dalam kondisi terkendali.
Edyansyah menyampaikan langsung perkembangan dan kondisi sistem kelistrikan di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar. Menurutnya, PLN sejauh ini masih berupaya menjaga kontinuitas pasokan listrik agar tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun, dalam satu hingga dua hari terakhir, PLN menghadapi persoalan tambahan akibat adanya pemeliharaan pada salah satu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berada di IPP Jeneponto.
Pemeliharaan tersebut berdampak terhadap berkurangnya pasokan tenaga listrik yang tersedia dalam sistem.
Edyansyah menyebut kapasitas pembangkit yang sedang menjalani pemeliharaan tersebut mencapai 125 megawatt (MW).
"Hanya saja satu-dua hari yang lalu kita sempat ada kejadian. Kita ada pemeliharaan terkait dengan PLTU yang ada di IPP Jeneponto sebesar 125 MW yang berdampak terhadap kekurangan pasokan tenaga listrik," jelasnya.
Edyansyah mengatakan, berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, pembangkit berkapasitas 125 MW tersebut ditargetkan kembali beroperasi secara normal paling lambat pada 5 September 2026.
Terkait kondisi pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Makassar, Edyansyah meminta masyarakat tetap tenang dan tidak risau.
Ia memastikan PLN terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kondisi sistem kelistrikan sembari menunggu sejumlah kapasitas pembangkit kembali masuk ke dalam sistem.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
