Logo Header Antaranews Makassar

Immaj FEB Unhas bantu digitalisasi UMKM di Bantaeng

Rabu, 2 September 2026 13:15 WIB
Image Print
Salah kegiatan Immaj FEB Unhas yang membantu digitalisasi UMKM di Desa Pattalasang, Kabupaten Bantaeng. (ANTARA/dok)

Makassar (ANTARA) - Ikatan Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Immaj FEB-UH) mendorong digitalisasi UMKM di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, melalui kegiatan Immaj Contribution (ICON) 2026, melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

"Melalui kegiatan Immaj Contribution 2026 ini, kami berharap program kerja yang kami bawakan dapat memberikan dampak bagi warga Desa Pattallassang, khususnya para pelaku UMKM,” ujar Ketua Panitia Immaj Contribution 2026 Michael Arief Hidayat di Bantaeng, Rabu.

Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Immaj Contribution 2026” tersebut mengusung tema “Digitalisasi UMKM sebagai Upaya Peningkatan Daya Saing dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat” sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pengembangan UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan digital dan meningkatkan daya saing usaha.

Immaj Contribution 2026 turut menjadi bentuk nyata program kerja Manajemen Development yang sejalan dengan misi Immaj FEB-UH periode 2026, yakni “Berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat”. Melalui misi tersebut, mahasiswa hadir secara langsung mendampingi pelaku UMKM Desa Pattallassang agar memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya.

Dia mengatakan program tersebut menyasar pelaku UMKM rumahan yang masih menghadapi keterbatasan dalam pemasaran digital dan penggunaan pembayaran non-tunai. Dalam kegiatan sosialisasi, peserta mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan Google Maps untuk meningkatkan visibilitas usaha, Instagram sebagai media promosi, serta QRIS untuk mempermudah transaksi.

Platform digital dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM di Desa Pattallassang untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas tanpa harus bergantung pada pemasaran secara langsung.

“Mahasiswa harus menjadi pribadi yang unlimited, tidak terpaku pada jurusan dan fakultasnya. Mahasiswa harus memiliki kemampuan yang tidak terbatas agar mampu berdaya saing di mana pun berada,” ujarAbdul Kadir selaku Sekretaris desa yang mewakili Kepala Desa Pattallassang.

Kegiatan pendampingan door-to-door dilaksanakan pada Sabtu 29 Agustus 2026 mulai pukul 10.00-16.00 WITA. Panitia mendatangi langsung rumah pelaku UMKM untuk membantu proses pengunduhan aplikasi, pembuatan akun, pendaftaran lokasi usaha, hingga pengoperasian platform digital sesuai dengan kebutuhan masing-masing usaha.

Salah satu pemilik kedai memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Immaj FEB-UH. Ia mengaku sangat terbantu dengan pembuatan titik lokasi Google Maps dan QRIS untuk usahanya, karena sebelumnya belum mengetahui cara membuat dan menggunakannya.

Menurutnya, Google Maps dapat memudahkan calon pelanggan yang belum mengetahui lokasi kedainya untuk menemukan dan berkunjung dengan lebih mudah. Sementara itu, QRIS dinilai membantu memberikan pilihan pembayaran yang lebih praktis bagi pelanggan.

“Saya sangat terbantu dengan adanya Google Maps dan QRIS ini karena sebelumnya saya tidak tahu cara membuatnya. Dengan adanya Google Maps, kedai saya lebih mudah ditemukan, dan QRIS juga memudahkan pelanggan untuk melakukan pembayaran,” ujar ibu Andi Pirda, warga dusun Puro’ro, Desa Pattallassang.

Ia berharap usahanya dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas, semakin ramai pelanggan, dan memiliki kesempatan untuk berkembang hingga membuka cabang baru.

Program pendampingan tersebut telah memberikan manfaat kepada 19 pelaku UMKM di Desa Pattallassang. Pendampingan mencakup pembuatan QRIS bagi 7 pelaku UMKM, pendaftaran Google Maps bagi 13 pelaku UMKM, serta penguatan promosi melalui Instagram dan pembuatan spanduk toko bagi masing-masing 1 pelaku UMKM.

Pada Minggu, 30 Agustus 2026, Immaj FEB-UH melanjutkan pendampingan dengan membagikan cetakan QRIS kepada para pelaku UMKM yang telah didaftarkan sebelumnya. Pembagian tersebut dilakukan secara langsung kepada masing-masing pelaku usaha agar QRIS dapat segera digunakan dalam kegiatan transaksi sehari-hari.

Perlu diketahui, kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Immaj Contribution 2026 dilaksanakan selama tiga hari, mulai 28-30 Agustus 2026 di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup sosialisasi, pendampingan, serta penerapan program kerja yang ditujukan untuk mendukung pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“UMKM yang ada di Desa Pattallassang dapat berkembang melalui pemasaran digital. Hal ini tentunya dapat membantu perekonomian pelaku UMKM secara langsung maupun perekonomian desa,” ujar Alexander Sutejo selaku General Manager Ikatan Mahasiswa Jurusan Manajemen FEB-UH (Immaj FEB-UH). Ia juga berharap masyarakat Desa Pattallassang, khususnya yang ingin memulai usaha, dapat memahami dinamika pasar sehingga mampu bersaing secara lebih luas.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026