Logo Header Antaranews Makassar

QRIS-BI Fast penggerak utama pembayaran digital di Sulsel

Kamis, 3 September 2026 21:08 WIB
Image Print
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda saat memberikan penjelasan mengenai perkembangan ekonomi Sulsel. ANTARA/Muh Hasanuddin

Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda mengatakan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran di wilayahnya telah memasuki fase kematangan yang ditandai dengan dominasi penggunaan QRIS dan BI-Fast sebagai instrumen utama yang digunakan masyarakat.

"Data terkini hingga Juni 2026, volume transaksi QRIS di Sulsel tercatat mencapai 28,8 juta transaksi dengan nilai nominal Rp4,57 triliun, melonjak tajam sebesar 139,6 persen secara tahunan (yoy)," ujar dia di Makassar, Kamis.

Rizki mengungkapkan, pertumbuhan itu didukung oleh peningkatan basis pengguna aktif yang kini mencapai 1,48 juta orang serta ekspansi merchant yang konsisten, menunjukkan bahwa QRIS telah bertransformasi dari sekadar alternatif pembayaran menjadi kebutuhan harian yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pusat perbelanjaan hingga warung tradisional di pelosok daerah.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan adopsi QRIS tidak berjalan sendiri, melainkan bersinergi kuat dengan pertumbuhan masif layanan transfer cepat BI-Fast Sulampua.

"Hingga Juli 2026, volume transaksi BI-Fast tumbuh fantastis sebesar 53,16 persen menjadi 14,6 juta transaksi dengan nominal mencapai Rp33,74 triliun," katanya.

Menurut dia, kombinasi kedua instrumen ini menciptakan ekosistem pembayaran yang cair dan efisien, di mana batas antara pembayaran merchant dan transfer antarbank semakin kabur.

Fenomena itu mengindikasikan perubahan perilaku masyarakat Sulsel yang semakin cerdas memilih instrumen non-tunai karena faktor kecepatan, keamanan, dan kemudahan akses, sekaligus membuktikan bahwa literasi digital finansial telah masuk ke tahap pembentukan kebiasaan (habit formation) yang nyata.

Di sisi lain, Rizki juga menyoroti dinamika pada instrumen pembayaran konvensional seperti ATM/Debit dan kartu kredit yang mengalami pergeseran fungsi signifikan.

Meskipun jumlah kartu ATM/Debit terus bertambah hingga 10,78 juta unit, frekuensi penggunaannya justru menurun seiring migrasi masyarakat ke QRIS, sehingga nilai transaksinya terkoreksi tipis.

Sebaliknya, ekosistem kartu kredit menunjukkan kinerja ekspansif dengan kenaikan nominal transaksi sebesar 12,68 persen menjadi Rp415,83 triliun, didorong oleh peningkatan volume transaksi sebesar 25,22 persen.

"Ini mencerminkan bahwa masyarakat Sulsel tidak hanya beralih ke pembayaran digital ritel, tetapi juga mulai menggunakan instrumen kredit secara lebih bertanggung jawab untuk gaya hidup modern," ujar dia.

Capaian target QRIS Sulsel yang sudah menembus 96,59 persen dari target akhir 2025 menjadi bukti konkret bahwa strategi inklusi keuangan dan kedaulatan sistem pembayaran nasional berhasil dijalankan secara efektif di tingkat daerah.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026