Logo Header Antaranews Makassar

Bupati fokus penanganan kesehatan siswa keracunan makanan di Toraja

Jumat, 4 September 2026 04:59 WIB
Image Print
Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg (kanan) dan Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso Paundanan (kiri) saat mendatangi siswa usai diduga keracunan di rumah sakit, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Kamis (3/9/2026).  ANTARA/HO-Pemkab Tana Toraja.

Makassar (ANTARA) - Bupati Tana Toraja Sandrak Tombeq menegaskan pihaknya telah menginstrusikan jajarannya untuk berfokus pada penanganan kesehatan terhadap seratusan siswa pasca keracunan makanan yang dirawat pada sejumlah rumah sakit di daerahnya.

"Kita sekarang ini fokus utama bagaimana korban ini kami tangani dan sehat. Itu fokus kami sekarang," ujar Bupati melalui keterangan videonya saat dikonfirmasi wartawan di Makassar, Kamis.

Tim Dinas Kesehatan, kata dia, terus bekerja dan telah berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit yang merawat siswa tersebut untuk ditangani agar segera membaik. Ia bahkan telah mengunjungi rumah sakit untuk melihat kondisi mereka.

"Saya sudah dari IGD (Instalasi Gawat Darurat), ruang rawat inap ada beberapa saya lihat sudah membaik, bahkan sudah ada yang senyum-senyum," ucapnya di RSUD Lakipadada Toraja.

Atas kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja akan melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG guna mengetahui apa penyebab dari keracunan makanan itu.

Selain itu, pihak berwenang masih menyelidiki termasuk tim kesehatan turun melaksanakan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui sumber dan penyebabnya usai kejadian tersebut.

Direktur Umum RSUD Lakipadada Dokter Bed Bassang mengatakan, keluhan yang disampaikan pasien saat dirawat di IGD didominasi gangguan pada bagian perut dan pencernaan hingga diare. Untuk penanganan tindakan medis telah dilakukan tim dokter dan perawat.

"Kami lihat saat penanganan di IGD itu semua keluhan berada di perut. Kemudian untuk penanganannya sudah dilakukan dokter kami, untuk kondisi kritis seperti itu," katanya.

Sebelumnya, sejumlah siswa dan beberapa guru SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale, mengalami gejala mual, pusing, dan diare di duga keracunan hingga harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Tana Toraja.

Berdasarkan data pihak Dinas Kesehatan Tana Toraja, tercatat jumlah pasien 152 orang tersebar di tiga rumah sakit. Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Tana Toraja Gery Desnada menyebut, di RS Sinar Kasih 46 orang, RS Fatima 29 orang, dan RSUD Lakipadada sebanyak 77 orang. Pasiennya siswa dan guru.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026