Logo Header Antaranews Makassar

Xanana Gusmao akan dianugerahi gelar doktor Honoris Causa dari Unhas

Jumat, 4 September 2026 05:05 WIB
Image Print
Perdana Menteri Timor-Leste Kay Rala Xanana Gusmão. (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)

Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin, melalui Program Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, siapkan upacara penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa kepada Kay Rala Xanana Gusmão, yang saat ini menjabat Perdana Menteri Timor Leste.

Dekan FISIP Unhas, yang sekaligus merupakan promotor Prof Dr Sukri di Makassar, Kamis, mengatakan sosok yang kini menjabat sebagai Perdana Menteri Timor Leste ini berperan signifikan membawa negaranya melewati masa konflik menuju pembangunan.

Pengalaman Xanana dalam kepemimpinan publik dan administrasi pemerintahan memiliki relevansi dengan perspektif kepemimpinan (leadership) dalam studi Administrasi Publik.

Menurut Prof Sukri, Xanana Gusmão telah menerima berbagai penghargaan dari sejumlah lembaga atas kontribusi dan kiprahnya. Namun, penganugerahan dari Unhas memiliki kekhususan karena diberikan melalui perspektif kepemimpinan dan ditempatkan dalam kerangka akademik Administrasi Publik.

“Kalau melihat kontribusi dan berbagai pencapaian beliau selama ini, tentu sudah sangat luar biasa. Saya kira, penghargaan ini merupakan salah satu dari sekian banyak penghargaan yang telah diterima dari berbagai lembaga," ujarnya.

"Namun, bagi kami, yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana penghargaan ini diberikan dalam kerangka kepemimpinannya,” lanjut Prof Sukri.

Perspektif tersebut tidak dilepaskan dari perjalanan Xanana dalam sejarah Timor-Leste. Dirinya dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Timor-Leste. Setelah referendum 1999 dan proses transisi menuju kemerdekaan, Xanana terpilih sebagai Presiden pertama Timor-Leste pada 2002.

Xanana kemudian menjabat sebagai Perdana Menteri pada 2007–2015 dan kembali memimpin pemerintahan Timor-Leste sejak 2023. Perjalanan tersebut menempatkannya pada dua fase penting dalam sejarah negaranya, yakni perjuangan membangun negara serta pengelolaan pemerintahan setelah kemerdekaan.

Bagi Unhas, pengalaman tersebut memberikan konteks akademik yang kuat untuk melihat kepemimpinan sebagai bagian dari proses pembangunan administrasi dan pemerintahan.

Xanana dinilai telah menghadapi tantangan kompleks dalam membawa masyarakat Timor-Leste melewati pengalaman konflik menuju kondisi negara yang lebih stabil.

Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian, Prof Suharman Hamzah PhD mengatakan pemberian gelar Doktor Honoris Causa yang dilaksanakan 5 September 2026 merupakan bentuk penghargaan akademik yang diberikan secara selektif. Penerima gelar dinilai berdasarkan kontribusi dan jasa luar biasa dalam bidang tertentu.

“Penerima itu bisa WNI atau WNA dengan bukti memiliki kontribusi dan jasa luar biasa dalam bidang ilmu sosial politik, teknologi, seni, dan bidang lainnya,” jelas Prof. Suharman.

Dalam konteks Xanana Gusmão, kontribusi tersebut dipertimbangkan melalui perspektif kepemimpinan yang memiliki relevansi dengan bidang Administrasi Publik. Pemberian gelar melalui program doktor juga mencerminkan keterkaitan antara pengalaman praktis seorang pemimpin dengan pengembangan pengetahuan akademik.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026