Logo Header Antaranews Makassar

Disnakertrans Sulsel upayakan lulusan SMK tak nganggur

Sabtu, 5 September 2026 05:22 WIB
Image Print
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Selatan Jayadi Nas menjawab pertanyaan wartawan di sela pelepasan pekerja magang penyandang disabilitas, di Makassar. ANTARA/Darwin Fatir

Makassar (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya memberikan ruang kepada lulusan siswa sekolah menegah kejuruan (SMK) agar dapat bekerja atau tidak menganggur, selain melalui program SMK Go Global, juga kemandirian dalam dunia usaha demi menekan laju angka pengangguran.

"Program ini salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran terbuka utamanya lulusan SMK. Mereka diberikan keterampilan dan kemampuan sebelum lulus dan diharapkan bisa mandiri," ujar Kadis Disnakrtrans Sulsel Jayadi Nas di Makassar, Jumat.

Peluang kerja bagi lulusan SMK, kata dia, masih terbuka luas di berbagai sektor seperti perbengkelan, otomotif, teknologi informasi, pertanian hingga industri lainnya. Oleh karena itu, penting bagi pengelola sekolah SMK menyediakan sarana dan prasarana praktik memadai agar mencetak lulusan berkompetensi.

Dia menilai, ijazah kini tidak menjadi prioritas utama sebagai bekal masuk dunia kerja, tetapi perlu didukung skill maupun kemampuannya di bidang masing-masing agar memiliki daya saing baik di dunia industri maupun kemandirian pada dunia usaha.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel yang dirilis Agustus 2026, melalui Survei Angkatan Kerja (Sakernas) Mei 2026, jumlah angkatan kerja sebanyak 4,96 juta orang atau mengalami penurunan 40,07 ribu orang dibanding Februari 2026.

Sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 66,83 persen, juga turun 0,76 persen poin. Sedangkan penduduk bekerja pada Mei 2026 sebanyak 4,72 juta orang, namun berkurang 23,80 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yaitu 1,81 juta orang atau sebesar 38,33 persen. Penduduk bekerja pada kegiatan formal sebanyak 1,76 juta orang atau 37,36 persen, mengalami kenaikan 0,48 persen poin dibanding Februari 2026.

Tingkat setengah pengangguran pada Mei sebesar 6,29 persen naik sebesar 0,12 persen poin, sementara itu untuk tingkat pekerja penuh waktu sebesar 61,15 persen mengalami penurunan 1,34 persen poin dibanding Februari 2026. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Mei 2026 sebesar 4,66 persen, juga menurun 0,29 persen poin dibanding Februari 2026.

Mengenai SMK Go Global merupakan program nasional kolaborasi antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) adalah salah satu langkah pemerintah menjembatani peluang kerja di luar negeri dan pelatihannya kini sedang berlangsung di Makassar.

Negara wajib memberikan perlindungan keamanan dan kesehatan bagi siswa yang dinyatakan lulus seleksi. Ia mengingatkan, agar tidak yang menempuh jalur ilegal menjadi pekerja migran. Melengkapi persyaratan keberangkatan secara legal, jauh lebih baik karena mendapat perlindungan negara.

Saat ini sejumlah negara membutuhkan tenaga kerja migran. Lowongan kerja dapat diakses di kanal resmi https://www.kp2mi.go.id.

Pihaknya berharap, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulsel dapat menjadi penghubung, kebutuhan tenaga kerja di luar negeri dengan lulusan siswa SMK di Sulsel untuk dapat bekerja.

Kepala Balai BP3MI Sulsel Fanny Wahyu Kurniawan sebelumnya menjelaskan, bagi calon pekerja migran melalui Program SMK Go Global difokuskan pada peningkatan kompetensi keterampilan agar lulusannya memilik daya saing di luar negeri, mengingat persaingannya ketat.

"Kita kirim nanti adalah pekerja migran yang benar-benar memiliki kemampuan dan keterampilan yang layak serta berkompeten," katanya.

BP3MI Sulsel telah mengumumkan hasil seleksi peserta SMK Go Global Batch 1 melalui laman resminya. Pelatihan dilaksanakan selama tiga bulan mulai 26 Agustus-26 November 2026 pada dua tempat dengan empat kelas, yakni di Politeknik ATI Makassar dan Universitas Negeri Makassar (UNM) Fakultas Bahasa.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026