
Tanamkan kesadaran taat pajak sejak dini

Makassar (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan tanamkan kesadaran pajak sejak dini kepada para siswa SMP Negeri 8 Makassar melalui kegiatan Pajak Bertutur 2026.
Kepala Seksi Pelayanan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Makassar Selatan Faisal Amansyah dalam keterangannya di Makassar, Jumat, menegaskan pentingnya menanamkan kesadaran pajak sejak dini sebagai bagian dari upaya membangun masa depan bangsa.
“Generasi muda adalah penerus bangsa sekaligus calon wajib pajak yang kelak berkontribusi bagi pembangunan. Pajak Bertutur hadir sebagai upaya DJP membangun budaya sadar pajak yang berkelanjutan,” ujarnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 8 Makassar Nur’aeni AR MPd dalam kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini di sekolah yang dipimpinnya.
“Edukasi tentang pajak sangat penting untuk dikenalkan sejak dini kepada anak-anak, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai warga negara," ujarnya.
"Kegiatan ini juga membuka wawasan siswa dan siswi kami bahwa pajak merupakan bagian dari gotong royong membangun Indonesia,” lanjut dia.
Kegiatan Pajak Bertutur 2026 diisi dengan kuis interaktif, permainan untuk menambah konsentrasi para siswa, dan materi bertemakan perpajakan yang disampaikan oleh Andi Wawan Mulyawan dan Bakri Tangnga sebagai penyuluh pajak.
Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar tentang pajak secara lokal, tetapi juga dapat merasakan semangat kegiatan nasional yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia.
Dengan metode penyampaian yang ringan namun bermakna, siswa diharapkan lebih mudah memahami pentingnya peran pajak dalam pembangunan bangsa.
Acara Pajak Bertutur ini berlangsung serentak di seluruh wilayah Indonesia di 532 sekolah baik tingkat SD/Sekolah Rakyat, SMP dan SMA.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
