
Banyak truk di Makassar bawa drum kosong antre beli solar

Makassar (ANTARA) - Antrean panjang truk membeli solar bersubsidi saat terjadi hampir setiap hari di Kota Makassar dan sekitarnya, dan beberapa di antaranya kendaraan besar itu kedapatan membawa sejumlah drum kosong berkapasitas 200 liter.
Berdasarkan pantauan ANTARA pada Sabtu memperlihatkan adanya beberapa truk juga membawa beberapa tangki BBM kosong berkapasitas 150-200 liter dan drum besi yang juga kopong.
Pemandangan serupa juga dijumpai di beberapa SPBU di Kabupaten Maros yang memperlihatkan adanya antrean panjang truk yang mengantre membeli solar bersubsidi. Bahkan drum-drum kosong itu ditutup terpal.
Truk-truk yang membawa drum kosong itu sebagian besar tidak membawa angkutan alias kosongan.

Kondisi ini seharusnya layak mendapatkan perhatian dari aparat berwenang mulai dari pemerintahan hingga kepolisian, terlebih lagi antrean tersebut berada di depan Mapolda Sulawesi Selatan.
Pihak Pertamina Patra Niaga Sulawesi sendiri mengklaim kebutuhan BBM bersubsidi di wilayahnya mencukupi kebutuhan kendaraan yang ada, sehingga aneh jika terdapat antrean panjang truk membeli solar di SPBU.
Kondisi ini layak mendapat perhatian dan penyelidikan serius aparat berwenang karena antrean panjang truk pembawa solar telah menyebabkan kemacetan lalu lintas dan mengganggu kelancaran distribusi barang dan jasa di Sulawesi.
"Jangan sampai truk itu beli solar bersubsidi, terus dijual ke swasta. Ini yang kacau," kata seorang warga.

Seorang petugas SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan mengaku setiap hari ada pasokan di tempatnya namun langsung habis pada hari itu juga diserbu truk yang kehausan. Ia pun heran mengapa banyak kendaraan yang antre beli solar bersubsidi.
Harapan masyarakat tentunya hal ini segera berakhir sehingga lalu lintas lancar dan tidak oknum yang bermain dengan solar bersubsidi.
Pewarta : Antara
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
