Logo Header Antaranews Makassar

Bank Sampah ubah perilaku warga pilah sampah dari rumah

Senin, 7 September 2026 14:49 WIB
Image Print
Kepala UPT Bank Sampah Pusat (BSP) Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Veronika. (ANTARA/Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Bank Sampah Pusat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Sulawesi Selatan, Veronika mengatakan keberadaan Bank Sampah mulai tingkat kelurahan hingga kota berdampak pada perubahan perilaku warga kota itu.

"Meski perubahan itu tidak drastis, namun pelan tapi pasti perubahan perilaku warga mulai mengarah lebih baik," kata Veronika di Makassar, Senin.

Dia mengatakan pengelolaan dan penanganan sampah di kota ini tidak cukup hanya mengandalkan armada pengangkut dan tempat pemrosesan akhir, tetapi keterlibatan warga untuk membantu memilah sampah sangatlah penting.

Hal itu dinilai penting, karena perubahan perilaku masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah dinilai menjadi langkah penting agar sampah dapat dikelola sekaligus memberikan manfaat ekonomi.

Lebih jauh dijelaskan, kebijakan pemilahan sampah dari rumah dilandasi pemikiran bahwa sampah rumah tangga seharusnya telah dipilah sejak dari sumbernya, bukan ketika sudah berada di tempat pembuangan.

Menurut dia, perubahan perilaku tersebut idealnya dimulai dari rumah. Sampah yang telah tercampur akan lebih sulit dimanfaatkan karena membutuhkan proses pemilahan kembali. Sebaliknya, sampah yang dipisahkan sejak awal akan lebih mudah dikelola dan memiliki peluang lebih besar untuk memiliki nilai ekonomi.

Dalam sistem tersebut, lanjutnya, keberadaan bank sampah unit menjadi penting karena berada paling dekat dengan warga. Bank sampah unit menjadi pintu pertama dalam proses pengumpulan dan pemilahan sampah yang dilakukan warga.

Sampah anorganik seperti botol plastik, gelas plastik, kardus, kertas, dan material lainnya, yang masih memiliki nilai jual dapat dikumpulkan oleh masyarakat. Setelah jumlahnya mencukupi, material tersebut kemudian disalurkan ke jaringan pengelolaan berikutnya untuk dimanfaatkan atau didaur ulang.

Sementara itu sampah organik membutuhkan penanganan yang berbeda. Sampah sisa makanan dari rumah tangga, sekolah, pabrik, hotel dan berbagai sumber lainnya dapat diolah menjadi kompos maupun dimanfaatkan untuk budi daya maggot.

"Semua itu memiliki nilai ekonomis dan menjadi salah satu motivasi warga untuk memilah sampahnya dari rumah," kata Veronika.

Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antangdi Makassar yang sudah mulai kritis akibat volume sampai yang melampaui kapsitas ideal. Veronika. ANTARA/ Suriani Mappong



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026