Logo Header Antaranews Makassar

KPU di Sulsel bekali pelajar berdemokrasi melalui Pemilihan Ketua OSIS

Selasa, 8 September 2026 18:43 WIB
Image Print
Anggota KPU Maros Nurul Amrah (tengah) membidangi Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM menyampaikan sosialisasi melalui program unggulan "KPU Mengajar" kepada pelajar di SMA Negeri 5 Kabupaten, Maros, Sulawesi Selatan.  ANTARA/HO-Dokumentasi KPU Maros.

Maros (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan membekali pelajar pengetahuan berdemokrasi melalui Pemilihan Ketua-Wakil Ketua OSIS (Pilketos) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah itu yang diselenggarakan serentak digelar pada 30 September 2026.

"Kegiatan ini bertujuan memberi pengalaman praktis berdemokrasi kepada siswa. Anak-anak perlu mengalami sendiri prosesnya, mulai dari mengenal calon, visi-misi, menentukan pilihan, hingga menghormati hasilnya," kata anggota KPU Maros Nurul Amanah saat sosialisasi di Kantor KPU Maros, Sulawesi Selatan, Selasa.

Menurut dia Pilketos ini merupakan program kolaborasi antara KPU Sulsel dan Dinas Pendidikan Sulsel dengan melibatkan KPU di 24 kabupaten kota, termasuk KPU Maros sebagai bagian dari pendidikan pemilih berkelanjutan.

Rencana pelaksanaan Pilketos pada 30 September 2026 tersebut harus dimaknai tidak hanya sekadar pemilihan Ketua OSIS, tetapi menjadi momentum menanamkan kesadaran bahwa setiap suara memiliki nilai.

"Harapannya, SMA dan SMK nantinya dapat menciptakan suasana pemilihan yang menyenangkan, terbuka, edukatif, serta memberi ruang yang sama bagi seluruh calon yang maju bertarung," katanya.

Nurul mengingatkan siswa agar tidak memilih berdasarkan popularitas atau ajakan teman, tetapi lebih kepada gagasan dan komitmen calon, apa yang ingin dilakukan untuk sekolah serta belajar menjadi pemilih cerdas. Meskipun beda pilihan, tapi itu bagian dari berdemokrasi.

"Boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai membuat kita bermusuhan. Setelah pemilihan selesai, kita tetap satu sekolah, tetap berteman, dan bersama-sama membangun sekolah," tuturnya.

Bagi kandidat yang nantinya terpilih, kata Nurul berpesan, harus menjadi pemimpin untuk semua siswa, sedangkan bagi kandidat yang kalah tetap semangat, dan menjadikan momen itu sebagai pengalaman berharga.

Selain itu, demokrasi bukan hanya datang ke tempat pemungutan suara, tetapi bagaimana mendengarkan orang lain, menghargai perbedaan, menyampaikan pendapat dengan santun, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Pihaknya mengajak seluruh sekolah, guru, dan siswa untuk bersama-sama menyukseskan Pilketos pada 30 September 2026. Pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi siswa sebagai pemilih pemula untuk menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu maupun Pilkada di masa depan.

"Momen ini memilih ketua OSIS, ke depan kalian memilih dalam Pemilu maupun Pemilihan (Pilkada). Satu suara adalah tanggung jawab terhadap masa depan," ucapnya menambahkan.

Hal senada disampaikan Anggota KPU Luwu Suherman, bahwa Pilketos serentak 30 September 2026 dilaksanakan dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pendidikan demokrasi dan membangun kesadaran siswa sejak dini sebagai pemilih pemula di Pemilu 2029.

Harapannya, para siswa memahami arti penting dari Pemilu, agar ke depan siswa sebagai pemilih pemula bisa berperan secara aktif dalam setiap tahapan Pemilu seperti Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilkada) bahkan Pemilihan Kepala Desa.

"Mereka harus dikenalkan dan memahami arti pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat. Melalui Pilketos ini merefleksikan nilai yang ditegakkan dalam ber-OSIS. Pilketos sebagai media demokrasi di sekolah, memastikan pemilihan dan melahirkan pemimpin yang mampu menegakan demokrasi di lingkup sekolah," katanya menambahkan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026