
Catatan Redaksi - Ujian di Sulsel, dari kelangkaan energi hingga tawuran dini hari

Makassar (ANTARA) - Provinsi Sulawesi Selatan saat ini layaknya sedang diuji dengan beberapa hal yang kurang menguntungkan bagi masyarakat.
Ujian atau (entah) cobaan itu antara lain pasokan BBM dan elpiji bersubsidi yang berkurang, pemadaman bergilir, krisis air akibat kemarau panjang, kebakaran, dan tentu saja kemacetan lalu lintas kendaraan. Berbagai ujian tersebut semakin mudah terasa dan tersebar karena kian viral di berbagai plat form media sosial.
Ujian yang baru-baru ini dan sedang dialami warga Sulawesi adalah pemadaman listrik bergilir yang diakibatkan pasokan listrik yang sedang berkurang. PLN pun terus berjuang agar listrik bisa kembali normal. Infonya, sumber air di pembangkit listrik di Jeneponto dan di beberapa daerah lainnya menyusut sehingga berpengaruh pada keterandalan listrik di daerah ini.
Ujian lainnya adalah pasokan BBM yang berkurang sehingga memaksa masyarakat harus bersabar dalam mendapatkan bahan bakar tersebut. Cepat habisnya BBM di SPBU memaksa kendaraan besar seperti truk dan bus harus rela antre seharian agar bisa melanjutkan perjalanan lagi setelah bisa mengisi solar. Lagi-lagi, dahsyatnya pengaruh media sosial kian membuat masyarakat resah, terutama dalam hal unggahan yang berlebihan dengan narasi yang memikat.
Namun perlu dicurigai, kurangnya pasokan BBM ataupun elpiji bersubsidi diduga ada pihak-pihak tertentu yang bermain, seperti supir truk nakal yang kerjanya hanya antre beli solar bersubsidi kemudian minyak itu dijual ke pihak swasta yang seharusnya membeli BBM dengan harga industri. Sebaiknya polisi, pihak distributor BBM, atau pemerintah tidak diam saja. Atau, menunggu rakyat turun ke jalan, baru bereaksi.
Akibatnya, masyarakat menjadi korban. Antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan. Tak pelak, kemacetan pun tak terhindarkan. Petugas tak kuasa mengatur lalu lintas. Akhirnya, pengguna kendaraan harus pasrah menerima kenyataan harus macet sambil berpanas-panasan di tengah kemarau.
Selain itu, ada ujian yang tak kalah menarik yakni masyarakat di daerah mulai merasakan kesulitan air di tengah kemarau panjang. Hal ini khususnya dirasakan oleh para petani yang butuh air untuk mengairi tanaman. Pemerintah sebenarnya sudah turun tangan dengan menyediakan pompa air kepada petani dengan sembari melakukan shalat minta hujan. Namun kemarau masih berlangsung di tengah menipisnya BBM dan pemadaman listrik. Lengkap sudah.
Di tengah semua itu, sebenarnya kebakaran juga bisa dianggap kejadian yang sudah akrab di Kota Makassar dan sekitarnya. Hampir setiap pekan ada amukan si jago merah di Ibu Kota Sulawesi Tengah. Kebakaran juga beberapa kali merenggut korban jiwa.
Selain itu, jika dicermati, ada juga kenakalan remaja yang terjadi di atas jam 02.00 dini hari di beberapa titik di Kota Makassar. Tawuran dan genk motor seolah sudah membudaya, terutama pada akhir pekan. Entah ingin mencoba ilmu kebal atau mencari sensasi, hal ini harus mendapat perhatian, entah dari keluarga, tokoh masyarakat ataupun pihak kepolisian.
Ada celetukan di masyarakat, pagi antre BBM, siang menikmati macet di tengah teriknya matahari, menjelang malam ada pemadaman bergilir, dan malam dini hari ada saja tawuran remaja sambil menggeber-geber sepeda motor. Begitulah siklus di Sulawesi, khususnya Kota Makassar.
Entah itu ujian atau cobaan, kita tak tahu, yang jelas tidak mengenakkan. Untung saja, tidak ada gunung berapi di sini.
Antisipasi
Di balik itu semua, hal yang perlu diperhatikan dan dicermati dari berbagai kejadian itu adalah peran media sosial. Media sosial tentu saja berpengaruh besar dalam menyebarkan informasi, entah itu informasi benar atau sebaliknya.
Informasi cepat menyebar dan viral sehingga masyarakat yang berakal pendek akan menyikapinya dengan pemikiran yang dangkal juga tanpa memikir dampaknya.
Jadi, kalau ada heboh antre membeli BBM atau info kelangkaan elpiji di medsos seharusnya masyarakat bisa tenang dengan melakukan kroscek melalui media massa yang kredibel atau melihat situs instansi terkait yang dipercaya. Sebagai manusia berakal, kita justru ikut-ikutan mem-posting ulang unggahan yang membuat gaduh. Unggahan yang tak jelas sumbernya itu cukup berhenti di kita.
Baca juga: DPRD Sulsel dan polisi turut selidiki ketersediaan BBM-elpiji
Baca juga: Banyak truk di Makassar bawa drum kosong antre beli solar
Pewarta : Antara
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
