Logo Header Antaranews Makassar

Rektor : Gunakan AI untuk belajar bukan menipu

Rabu, 9 September 2026 18:45 WIB
Image Print
Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof Dr Hambali Thalib. ANTARA/HO-UMI

Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof Dr Hambali Thalib menekan pentingnya penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk belajar, bukan untuk menipu dan merugikan orang lain.

Prof Hambali dalam keterangannya di Makassar, Rabu, meminta civitas akademika khususnya mahasiswa baru agar menggunakan AI untuk mempercepat pekerjaan, bukan untuk menggantikan tanggung jawab berpikir.

"Gunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, bukan menghilangkan integritas," ujar Prof Hambali pada pembukaan Pekan Pesantren di Pesantren Darul Mukhsinin Padanglampe, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Di hadapan ratusan mahasiswa baru Fakultas Hukum dia mengingatkan bahwa perubahan teknologi telah membawa disrupsi besar terhadap ekonomi, dunia kerja atau profesi. Bahkan cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, dan mengambil keputusan juga berubah.

"Saya ingin mahasiswa UMI menjadi AI literate, digitally competent, tetapi tetap humanis dan berakhlak. Sebab teknologi boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus tetap memiliki hati nurani," ujarnya.

Selain itu, dirinya juga memaparkan beberapa strategi UMI dalam mempersiapkan SDM unggul dan berkarakter yakni penguatan iman dan ketakwaan.

Menurut dia, identitas Islam tidak boleh hanya tampak pada nama universitas.Islam harus hidup dalam perilaku sivitas akademika

Ia juga mendorong mahasiswa UMI harus memiliki kompetensi yang kompetitif dengan menguasai teknologi, riset, pelajari bahasa asing termasuk mengembangkan kemampuan komunikasi.

"UMI sedang menuju dan memperkuat langkah menuju Kampus bereputasi Internasional. Karena itu, mahasiswa dan dosen UMI tidak boleh hanya berpikir lokal.Think globally, act locally. Perkuat Bahasa Inggris dan bangun jejaring internasional," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026