
Survei IKM terhadap kinerja Bawaslu Sulsel kategori baik

Makassar (ANTARA) - Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) di periode I 2026 mencatat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan mencapai nilai 88,50 atau berada pada Kategori Mutu A sangat baik.
"Ini adalah gambaran dari pengalaman masyarakat ketika berinteraksi dengan layanan Bawaslu Sulsel. Oleh Karena itu, paling penting adalah bagaimana kepercayaan dan kepuasan masyarakat ini terus kita jaga," kata Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli di Kantor Bawaslu Sulsel di Makassar, Rabu.
Angka tersebut diperoleh dari penilaian 238 responden tersebar di 24 kabupaten kota se-Sulsel. Survei yang dilaksanakan ini untuk mengukur pengalaman dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan Bawaslu Sulsel.
Dari sembilan unsur pelayanan yang diukur dalam survei, aspek biaya atau tarif pelayanan mencatat nilai tertinggi, yakni 100,00. Sementara unsur perilaku pelaksana memperoleh nilai 89,00 dan kompetensi pelaksana serta produk spesifikasi jenis pelayanan masing-masing berada di angka 88,75.
Responden merupakan pengguna layanan Bawaslu Sulsel dengan komposisi keterlibatan masyarakat yang beragam. Sebanyak 138 responden atau 58 persen merupakan laki-laki dan 100 responden atau 42 persen perempuan.
Dari kelompok usia, 155 responden atau 65 persen berusia 26 tahun ke atas, sedangkan 83 responden atau 35 persen berada pada rentang usia 19–25 tahun yang mencakup pemilih muda dan mahasiswa.
Menurutnya, pelayanan publik menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengawas pemilu. Bawaslu tidak hanya dituntut menjalankan fungsi pengawasan, tetapi memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas.
"Kepercayaan publik dibangun dari pengalaman. Karena itu, setiap masukan dari masyarakat harus kita perlakukan sebagai bahan untuk berbenah dan memperbaiki kualitas pelayanan," tutur mantan Ketua AJI Makassar ini.
Anggota Bawaslu Sulsel Alamsyah menambahkan, capaian tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh prosedur dan sistem, tetapi juga oleh cara petugas berinteraksi dengan masyarakat.
“Pelayanan itu pada akhirnya dirasakan melalui orang yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Keramahan, kesopanan, sekaligus kemampuan petugas memahami kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dari kualitas layanan Bawaslu," ujar Koordinator Divisi Humas dan Datin Bawaslu Sulsel ini.
Hasil penilaian ini, kata dia, perlu terus ditingkatkan. Setiap masukan harus menjadi dasar untuk memperbaiki pelayanan. Peningkatan kapasitas petugas perlu berjalan seiring dengan pembenahan sistem pelayanan, serta memahami tugas dan kewenangannya dan memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik.
Anggota Bawaslu Sulsel lainnya Saiful Jihad menyampaikan, setiap unsur dalam survei perlu dibaca sebagai bahan untuk memperbaiki pelayanan secara menyeluruh. Predikat sangat baik menjadi capaian yang patut diapresiasi. Hasil survei ini bukan garis akhir, tetapi jadi bahan agar lebih ditingkatkan.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Sulsel lainnya Andarias Duma menyatakan, kepuasan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir sebuah layanan, tetapi bagaimana proses layanan diberikan secara terbuka dan dapat dipahami masyarakat. Transparansi menjadi hal penting bagi masyarakat mengakses layanan Bawaslu.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
