Logo Header Antaranews Makassar

Ayam Alope menjadi simbol kedaulatan pangan

Kamis, 10 September 2026 15:56 WIB
Image Print
Ayam Alope yang dikembangkan Universitas Hasanuddin. (ANTARA/HO-Unhas)

Makassar (ANTARA) - Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Jamaluddin Jompa (JJ) mengatakan Ayam Alope yang kini terus dikembangkan perguruan tinggi itu menjadi simbol kedaulatan pangan nasional karena produksinya tidak tergantung pada negara lain.

Prof JJ di Makassar, Kamis, mengatakan Ayam Alope Unhas sebagai ayam kampung unggul hasil genetik, tidak akan tergantung pada kebijakan pengiriman bibit ayam "parent stock" atau ayam berumur satu hari dari luar negeri.

"Jadi itu harus diingat, kita sebenarnya tidak bisa makan ayam kalau tidak ada izin dari Amerika dan Eropa sana (kirimkan bibit ayam boiler)," ujarnya usai peringatan Dies Natalis Ke-70 Unhas.

Menurut dia, walaupun potensi terhentinya pengiriman ayam parent stock cukup kecil karena alasan bisnis atau permintaan, tapi secara riil itu adalah tantangan sekaligus bisa jadi ancaman kalau kita tidak memiliki ayam sendiri.

"Ayam Unhas inilah yang kita harapkan bisa menjadi simbol hadirnya ayam nasional, bukan hanya untuk Sulsel tapi untuk Indonesia," ujar Prof JJ terkait capaian Unhas di usianya yang ke-70 tahun.

Bahkan oleh Bappenas, kata dia, akan diadopsi untuk kebanggaan Indonesia dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Termasuk rencana peluncuran oleh Menteri Bappenas pada bulan ini yang terfokus dalam mengurangi kemiskinan, memperbaiki ketahanan pangan dan pencapaian target-target SDGs lainnya, termasuk untuk kesehatan.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof Dr Syahdar Baba, menjelaskan peningkatan kualitas genetik, penguatan produksi bibit, serta perluasan kemitraan menjadi fokus utama pengembangan Ayam Alope ke depan.

"Agar Ayam Alope dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, maka langkah selanjutnya adalah mengembangkan kualitas genetik, produksi bibit dan kolaborasi dengan pemerintah daerah," jelas Prof Syahdar.

Selain menyediakan bibit unggul, Unhas juga menyiapkan pendampingan teknis bagi peternak agar teknologi yang dikembangkan dapat diterapkan secara efektif.

Bagi Unhas, Ayam Alope merupakan contoh bagaimana riset dapat menghasilkan inovasi yang menjawab tantangan pembangunan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026