
Mapolda Sulsel dipadati truk pengantre BBM

Makassar (ANTARA) - Suasana di depan Markas Polda Sulawesi Selatan di Kota Makassar pada Jumat pagi mendadak ramai dan padat kendaraan. Bukan karena adanya demo, tapi ramainya kendaraan itu disebabkan antrean BBM yang mengular di depan SPBU yang berseberangan dengan kantor Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro.
Truk-truk tersebut sudah terlihat antre oleh ANTARA pada sekitar pukul 06.20 WIB. Pada hari-hari biasanya tidak terdapat antrean kendaraan di depan Mapolda Sulsel, antrean kendaraan hanya terjadi di sisi jalan menuju SPBU.
Banyaknya kendaraan yang antre di kedua sisi jalan tersebut tentu saja membuat kemacetan lalu lintas tak terhindarkan. Hal itu diperparah dengan kendaraan roda empat dan roda dua yang antre dari segala arah untuk mengisi BBM.
Dari kondisi tersebut, belum terlihat adanya petugas dari kepolisian atau dinas perhubungan yang membantu mengatur lalu lintas karena kemungkinan jam kerja belum dimulai.
Antrean kendaraan membeli BBM sebenarnya hampir terjadi merata si seluruh Kota Makassar dan wilayah Sulawesi Selatan pada umumnya.
Bahkan dari pantauan di media sosial antrean kendaraan membeli BBM juga terjadi di wilayah Sulawesi lainnya.
Baca juga: Banyak truk di Makassar bawa drum kosong antre beli solar
Pihak PT Pertamina Patra Niaga region Sulawesi mengklaim sudah menambah pasokan BBM hingga 15 persen mengingat semakin meningkatnya permintaan tapi tetap saja masih banyak terjadi antrean kendaraan panjang.
Pemprov Sulsel dan Pertamina juga sudah mengindikasikan adanya kecurangan baik pengelola SPBU maupun oknum sopir yang membeli BBM Subsidi secara berulang sehingga membuat pasokan berkurang.
Tapi dari pihak kepolisian belum ada laporan terkait adanya oknum aparat penegak hukum yang turut bermain menyelewengkan BBM bersubsidi. Padahal di obrolan warung kopi ada indikasi hal itu. "Kalau ada mafia migas, tentu kita tidak akan diam," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik belum lama ini.
Kita tunggu saja, sampai kapan sinetron ini berakhir dengan rakyat terus menjadi korban.
Baca juga: Pertamina blokir 6.023 nopol kendaraan terkait penyelewengan BBM bersubsidi di Sulawesi
Pewarta : Antara
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
