Logo Header Antaranews Makassar

PLN-DPRD Sulsel sepakati empat poin selesaikan pemadaman bergilir

Jumat, 11 September 2026 08:26 WIB
Image Print
Suaasana rapat dengar pendapat Anggota Dewan bersama Direksi PT PLN membahas faktor penyebab pemadaman listrik bergilir serta upaya penyelesaiannya di ruangan Komisi D, Kantor sementara DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Andi Pangeran Pettarani Makassar, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Darwin Fatir.

Makassar (ANTARA) - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyepakati empat poin untuk penyelesaian masalah pemadaman listrik bergilir yang menjadi perhatian publik di tengah perubahan iklim, krisis energi dan kekeringan saat kemarau ekstrim.

"Ada empat poin yang disepakati bersama dalam rapat dengar pendapat hari ini," kata Ketua Komisi D Kadir Halid usai rapat bersama Direksi PT PLN UID Sulselrabar, PT PLN UIP3B Sulawesi, Dinas ESDM Provinsi Sulsel di Kantor sementara DPRD Sulawesi Selatan di Makassar, Kamis.

Empat poin tersebut yakni pertama, DPRD Sulsel meminta kepada pihak PLN untuk tidak hanya menyelesaikan pemadaman yang terjadi di saat ini, tetapi memastikan persoalan mendasar pada sisi pembangkit listrik agar tidak kembali menimbulkan pemadaman bergilir.

"PLN diminta segera menyampaikan data kondisi sistem, kapasitas daya yang hilang, maupun penyebab gangguan, termasuk upaya pemulihan kepada Komisi D DPRD Sulsel secara tertulis," paparnya.

Kedua, meminta kepada pihak PLN untuk memberikan mekanisme pemberian kompensasi secara efektif, adil, dan transparan kepada pelanggan yang terdampak sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025.

Ketiga, meminta kepada pihak PLN secara tertulis menyebutkan langkah-langkah mitigasi jangka panjang terhadap ketahanan sistem kelistrikan di Sulsel. Untuk jangka panjang, PLN harus menyampaikan kepada Komisi D hal-hal yang harus dilakukan, supaya tidak terjadi kejadian berulang (pemadaman bergilir).

Keempat, Komisi D meminta Gubernur Sulsel mengimbau seluruh bupati dan wali kota untuk penghematan penggunaan energi listrik selama kondisi kelistrikan saat ini masih menghadapi tekanan dan sedang dalam pemeliharaan.

Dari hasil rapat tersebut terungkap sejumlah faktor penyebab pemadaman listrik bergilir. Seperti, gangguan terhadap beberapa pembangkit listrik dampak dari kekeringan kemarau hingga menyusutnya pasokan air sungai pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTU) serta gangguan uap di PLTU.

Dampak dari gangguan itu, ungkap Kadir, menyebabkan energi pembangkit tidak maksimal menyerap energi hingga mengalami kendala saat penyaluran dengan kapasitas listrik di masing-masing pembangkit.

Selain itu, pengaruh El Nino turut memberikan dampak, dan beberapa pembangkit listrik sedang dalam proses pemulihan serta pemeliharaan sehingga butuh proses yang berdampak pemadaman sementara.

"Pasti dihentikan dulu (aliran listrik) karena dalam pemeliharaan. Alat-alatnya diganti dan dipasang kembali membutuhkan Waktu. Inilah sejumlah faktor-faktor disebutkan tadi, sehingga terjadi pemadaman bergilir," tuturnya.

Selain itu, pihak PLN menyatakan siap dan bersedia memberikan kompensasi terhadap pelanggan yang terdampak parah sesuai dengan aturan yang berlaku. Kompensasinya bergantung PLN, misalnya diskon pembayaran atau pengurangan pembayaran listrik.

Anggota Komisi D lainnya Muhammad Sadar menambahkan, PLN diminta memprioritaskan penerangan pada objek vital seperti rumah sakit, perkantoran dan yang dianggap memberikan pelayanan penting bagi masyarakat. Mengurangi pasokan listrik di perusahaan besar seperti Semen Tonasa, Semen Bosowa, PT Vale Indonesia dan lainnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026