Logo Header Antaranews Makassar

Atasi antrean panjang, Satgas usulkan pembatasan pembelian BBM

Jumat, 11 September 2026 20:53 WIB
Image Print
Seratusan motor terparkir berjejeran sedang antre tanpa pengendaranya menunggu pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisiaan Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Aroepala (eks Letjen Hertasning) Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/Darwin Fatir.

Makassar (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan dan Pemantauan Penyaluran BBM bersubsidi dan elpiji 3 kilogram mengusulkan sejumlah poin untuk mengatasi antrean panjang pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) pada seluruh Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Sulawesi Selatan.

"Ada saran, mengatakan kenapa tidak kita kasih nomor antrian sesuai dengan kapasitas yang ada di pom bensin (SPBU)," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel Jufri Rahman di Kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Jumat.

Menurutnya, ketersediaan BBM di Sulsel masih cukup, dan tidak langka sesuai keterangan dari Direksi PT Pertamina Patra Niaga. Sejauh ini tim Satgas terus memantau perkembangan di lapangan.

"Sebenarnya BBM ini tidak langka, cuma kita Satgas ini turun ke lapangan mencermati. Maka, Satgas mengambil kebijakan mulai sekarang itu membatasi," tuturnya lagi.

Ia menuturkan, semisalnya setiap kendaraan yang mengisi BBM maksimal 100 liter, sementara yang tersedia di SPBU hanya 5.000 liter. Artinya, hanya 50 kendaraan saja mengambil antrean. Tetapi, itu hanya sebatas usulan Satgas.

"Ada juga (saran) yang mengatakan begini, jangan karena kekurangan (stok di SPBU) itu jadi tekanan. Tapi, begitu di tahu ada yang kurang, segera suplai dari Pertamina," katanya.

Jufri kembali mengandaikan, misalnya stok di SPBU sudah mulai berkurang, maka langsung disampaikan kepada pihak Pertamina segera menyuplai BBM agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

"Umpamanya, di sini stok SPBU Pettarani sudah mulai menipis, maka segera disampaikan Pertamina suplai. Jangan dulu bicara soal kuota, begitu dibutuhkan langsung kirim. Misalnya di dekatnya juga kekurangan, langsung saja disuplai supaya antrean ini terpecah, "ujarnya.

Kendala lainnya ditemukan Satgas, di setiap SPBU pegawainya kurang dan hanya satu lajur yang dipakai, membuat antrean kendaraan hingga meluber ke badan jalan. Mestinya, petugas di tambah, agar bisa mengatasi antrean panjang.

Pertamina harus seperti itu bergerak cepat. Pantauan Satgas sejak kemarin ditemukan pada sejumlah SPBU nosel empat, tetapi hanya satu digunakan petugasnya. Berarti tiga nosel tidak difungsikan.

"Makanya saya sudah sampaikan kepada Eksekutif GM Pertamina Patra Niaga Sulawesi pak Deny Sukendar, harus memanfaatkan semua nosel yang tersedia," katanya menekankan.

Dari pantauan, antrean panjang di semua SPBU wilayah Kota Makassar masih berlangsung. Konsumen harus menunggu berjam-jam untuk berjuang mendapatkan bensin walau di tengah teriknya panas matahari, maupun dinginnya angin malam.

Sementara itu, terpantau melalui video viral di media sosial, kericuhan terjadi pada salah satu SPBU di Kabupaten Bone. Warga terlibat saling cekcok hingga mengeluarkan senjata tajam jenis badik. Sedangkan di SPBU Kabupaten Maros, konsumen terlibat adu jotos dengan pegawai SPBU saat antrean berlangsung.

Diduga, kedua kejadian ini dipicu ketidaksabaran konsumen karena terlalu lama mengantre membeli bensin. Kericuhan juga pecah antara mahasiswa tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan pihak keamanan di Kantor Pertamina, Jalan Garuda Makassar, siang tadi.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026