Logo Header Antaranews Makassar

Unhas luncurkan lima program untuk kampus masa depan

Sabtu, 12 September 2026 09:12 WIB
Image Print
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, Ketua DPRD Sulsel dan Forkopimda meluncurkan lima program pada Dies Natalis ke-70 di Baruga AP Pettarani Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis, (10/9/2026).ANTARA/HO-Unhas (.)

Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin memperkenalkan lima program strategis yang dirancang untuk menjawab kebutuhan kampus masa kini sekaligus menyiapkan landasan bagi pengembangan universitas ke depan pada momentum Dies Natalis ke-70.

Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa di Makassar, Kamis, mengatakan lima inisiatif tersebut adalah Unhas Prime, Unhas Excellent Program Indicator (EPI), Campus Immigration Point (CIP Unhas), Unhas Satu Data, dan Critical Mineral Institute.

Ia menjelaskan, program Unhas Prime dikembangkan dengan pendekatan yang lebih menyeluruh terhadap kesehatan sivitas akademika.

Program ini menggabungkan kesehatan fisik, mental, dan spiritual dalam satu sistem yang dilengkapi indikator serta basis data sehingga perkembangannya dapat dipantau secara berkelanjutan.

Pemantauan dilakukan melalui medical check-up (MCU) serta penguatan pemeriksaan psikologis. Aspek kesehatan mental juga mendapat perhatian melalui pengukuran tingkat stres dan identifikasi faktor yang memengaruhinya.

Dengan basis data tersebut, kondisi sivitas dapat dipetakan secara lebih terukur sebagai dasar untuk menentukan langkah tindak lanjut.

“Unhas Prime ingin kita jadikan contoh. Ini kombinasi program kesehatan fisik, mental, dan spiritual yang menyatu dalam satu program. Ada indikatornya, ada databasenya, dan terus dimonitor,” kata Rektor.

Selanjutnya Unhas Excellent Program Indicator untuk mengukur kualitas dan kesejahteraan sivitas, Campus Immigration Point (CIP) yang fokus mendekatkan layanan imigrasi ke kampus. Layanan ini memberi akses yang lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan administrasi keimigrasian, termasuk pengurusan visa dan paspor.

Program Satu Data yang mengintegrasikan data untuk tata
kelola universitas serta terakhir Critical Mineral Institute untuk memperkuat riset mineral kritis.

Lembaga ini disiapkan untuk memperkuat kapasitas Unhas dalam pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi pada bidang mineral kritis yang memiliki arti strategis bagi perkembangan teknologi dan industri masa depan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026