
Peluncuran Buku Juru Bicara - Jubir tak sekadar penyambung lidah

Jakarta (ANTARA) - Peluncuran buku "JURU BICARA Perspektif Manajemen Komunikasi Politik di Era Disrupsi" karya Benny Siga Butarbutar dan Marlinda Irwanti Poernomo memantik diskusi mendalam dari berbagai perspektif dalam membedah peran profesi juru bicara (jubir) tersebut.
Dalam diskusi itu, peran juru bicara dinilai makin krusial di era digital karena tidak hanya bekerja sebagai penyambung lidah dari institusinya saja, tetapi juga dapat berperan menjadi sosok strategis yang menciptakan dampak signifikan bagi banyak pihak.
Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto dalam diskusi tersebut menegaskan bahwa kehadiran juru bicara harus ditempatkan dalam arus utama perubahan, bukan sekadar pelengkap semata dalam sebuah institusi.
"Juru bicara harus memiliki akses pada pimpinan di institusinya. Kalau ada gap antara juru bicara dan pimpinan, maka dia tidak akan pernah merasakan suasana kebatinan dari apa yang ingin dikomunikasikan," kata Gun Gun dalam acara diskusi di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, Jumat.
Gun Gun yang dikenal sebagai Pakar Komunikasi Politik itu menyatakan kedekatan juru bicara dengan pimpinan akan menciptakan ikatan batin yang membuat pesan semakin kuat.
Maka dari itu posisi juru bicara harus ditaruh di tempat yang paling strategis dan tidak disisihkan agar komunikasi yang dijalankannya kepada khalayak ramai mengenai insitusinya dapat benar-benar berdampak.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bedah peran jubir, tak sekadar penyambung lidah tapi pencipta dampak
Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
