Logo Header Antaranews Makassar

Ini motif pengeroyokan pedagang cermin hingga tewas

Sabtu, 12 September 2026 15:25 WIB
Image Print
Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti kasus pengeroyokan terhadap pedagang cermin Bambang Setiyawan (59) yang tewas saat terjadi kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri

Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengungkap motif tiga tersangka mengeroyok pedagang cermin Bambang Setiyawan (59) hingga tewas dalam kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8).

Menurut polisi, ketiga tersangka mengaku tersulut emosi karena aktivitas mereka mencari nafkah di sekitar lokasi terganggu kericuhan yang terjadi saat itu.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dari para penyidik kami, terkait dengan motif yang ada daripada para pelaku, para pelaku merasa terganggu dengan peristiwa yang terjadi saat mereka bersama-sama melintas," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.

Iman mengatakan ketiga tersangka kemudian ikut dalam kericuhan yang terjadi di lokasi.

"Kebetulan para pelaku ini mencari nafkah di sekitaran atau area tempat kejadian perkara. Kemudian sedang terjadi kerusuhan, mereka ikut serta di dalam kerusuhan itu sendiri," katanya.

Menurut Iman, ketiga tersangka bukan bagian dari kelompok massa terorganisasi, melainkan pekerja harian lepas.

"Untuk profilnya sendiri bahwa ketiganya merupakan pekerja kasar, serabutan, yang melaksanakan atau mencari nafkah dengan mencari pekerjaan-pekerjaan yang dadakan, ya serabutan. Nah itu profilnya," ujarnya.


Berita selengkapnya : Terungkap motif pengeroyokan pedagang cermin di Pejompongan



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026