Logo Header Antaranews Makassar

Petrofin : Permintaan BBM SPBU di Sulsel meningkat signifikan

Sabtu, 12 September 2026 16:32 WIB
Image Print
Sejumlah bus dan kendaraan besar lainnya terlihat antre untuk pengisian BBM di SPBU Pettarani Makassar yang mengakibatkan kemacetan di ruas jalan Makassar, Sulsel. ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Manager Corporate Communication & Relation Elnusa Petrofin Putiarsa Bagus Wibowo mengemukakan saat ini terjadi permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang signifikan hingga mencapai 20 persen lebih di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Elnusa Petrofin sebagai anak perusahaan dari Pertamina Group yang bergerak di bidang jasa logistik dan distribusi BBM di Indonesia, memastikan bahwa distribusi BBM berjalan lancar.

"Distribusi berjalan lancar tanpa kendala, namun permintaan SPBU/Demand terjadi kenaikan yang sangat signifikan sekitar lebih 20 persen dari normal. Akibat permintaan yang tinggi, sehingga terjadi antrean di beberapa titik SPBU," kata Putiarsa yang dihubungi dari Makassar, Sabtu.

Dia juga memastikan bahwa tidak ada kendala pada supply atau distribusi BBM kepada setiap SPBU di wilayah Sulsel dan stok dalam kondisi tersedia.

Hanya saja, menurut Putiarsa, terjadi panic buying di masyarakat terutama mobil-mobil truk besar lintas provinsi yang mengamankan BBM untuk keperluan operasional internal perusahaan di wilayah Makassar sebelum menuju lintas Provinsi Sulawesi Barat.

Sehingga sebagai upaya mitigasi merespons fenomena antrean panjang BBM di Sulsel, kata Putiarsa, Integrated Terminal Makassar yang menjadi fasilitas vital Pertamina Patra Niaga yang berfungsi sebagai pusat penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) serta LPG untuk wilayah Sulawesi akan beroperasi selama 24 jam.

"Juga dilakukan penambahan mobil tangki spot charter untuk meningkatkan daya angkut distribusi BBM ke berbagai wilayah," kata dia.

Terkait hal ini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga telah menyarankan agar kendaraan-kendaraan besar tidak semestinya seluruhnya masuk hingga ke pusat Kota Makassar hanya untuk mendapatkan BBM.

"Jika distribusi dan pelayanan dapat dibagi ke wilayah penyangga, seperti Kabupaten Maros dan Gowa, maka beban SPBU di dalam kota dapat dikurangi," kata dia lagi.

Skema tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi konsentrasi kendaraan besar di SPBU yang berada di kawasan padat Makassar.

Maka dari itu, Munafri mengusulkan agar melakukan pengaturan waktu pengisian berdasarkan jenis kendaraan, termasuk kendaraan pribadi, kendaraan ekspedisi, hingga bus.

Pengaturan tersebut, kata dia, dapat dilakukan dengan membuat alur pengisian atau sistem klasterisasi kendaraan, termasuk menentukan waktu kendaraan masuk untuk melakukan pengisian BBM.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026