
MUI Makassar soroti tantangan orangtua membentuk karakter anak

Makassar (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar melalui Komisi Perempuan menyoroti berbagai tantangan orangtua dalam membentuk karakter anak.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan pentingnya peran ibu dalam keluarga, pengaruh lingkungan terhadap tumbuh kembang anak, pentingnya membangun komunikasi antara orang tua dan anak, kasus kekerasan seksual, pola pengasuhan, hingga pengaruh media sosial terhadap perilaku dan karakter anak.
"Orang tua perlu mengikuti perkembangan zaman agar mampu memahami lingkungan yang dihadapi anak. Pengawasan juga perlu dilakukan terhadap pergaulan dan aktivitas anak," ujar Ketua Komisi V MUI Kota Makassar Profesor Rahmi Damis melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peran Orang Tua Dalam Pembentukan Karakter Anak” di Makassar, Sabtu (12/9).
Pada kesempatan ini, kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan diskusi bagi para orang tua serta pengurus MUI Makassar untuk memperkuat pemahaman mengenai pola pengasuhan, perlindungan anak, serta pentingnya keterlibatan keluarga dalam membentuk karakter anak.
Rahmi menyoroti tantangan pengasuhan anak di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Termasuk, menekankan pentingnya menanamkan nilai kejujuran kepada anak sejak dini serta membangun komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak.
Dalam pemaparan hasil diskusi, para peserta yang sebelumnya telah dibagi ke dalam sejumlah kelompok menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai penting untuk mendapatkan perhatian bersama.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar Ita Isdiana Anwar mengungkapkan bahwa persoalan perlindungan perempuan dan anak di Kota Makassar masih menjadi tantangan serius.
“Kasus-kasus kita terkait perlindungan perempuan dan anak ini merupakan fenomena gunung es. Banyak yang tidak berani dilaporkan karena (siri') atau malu, persoalan kekeluargaan dan sebagainya,” ujarnya.
Dari total kasus yang tercatat pada 2025, sekitar 63 persen berkaitan dengan anak. Kondisi tersebut, menunjukkan perlunya perhatian bersama, terutama dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama anak mendapatkan pendidikan dan perlindungan.
Pengurus MUI Kecamatan Ujung Tanah Nuraeni menyebut FGD seperti ini penting diperluas hingga tingkat kecamatan, kelurahan, RW dan lingkungan keluarga.
“Orang tua siap melahirkan anak, tetapi belum tentu siap mendidik anaknya. Dengan kegiatan ini, pengetahuan tentang hak anak, fungsi orang tua dan cara mendidik anak bisa semakin dipahami,” katanya.
Nuraeni berharap hasil FGD tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi diteruskan melalui sosialisasi di wilayah masing-masing.
Melalui FGD ini, Komisi Perempuan MUI Kota Makassar mendorong penguatan peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membangun karakter, memberikan perlindungan, serta memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara aman dan sesuai dengan nilai agama dan sosial.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
