Logo Header Antaranews Makassar

BPH Migas pastikan stok BBM di Sulsel terkendali

Minggu, 13 September 2026 20:01 WIB
Image Print
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas (tengah) didampingi Direksi PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi menjawab pertanyaan wartawan  di sela meninjau SPBU 74.902.32 di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (13/8/2026). ANTARA/Darwin Fatir

Makassar (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menjamin stok Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan non subsidi tersedia dan terkendali menyusul antrean panjang hingga ke jalan raya selama sepekan terakhir di SPBU Makassar, dan kabupaten kota lainnya di Provinsi Sulawesi Selatan.

"Kami sudah melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, PT Pertamina Patra Niaga, dan PT Pertamina Persero Kantor Pusat untuk melakukan evaluasi terhadap layanan penyaluran BBM, khususnya Pertalite dan Biosolar, di Kota Makassar," ujar Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di SPBU 74.902.32 Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Minggu.

Menurutnya, BPH Migas telah merespons fenomena antrean yang terjadi pada semua SPBU Kota Makassar dan daerah lainnya di Sulsel melalui evaluasi. Ia menjelaskan, sejak 7 September 2026, PT Pertamina telah melakukan perbaikan atas kendala antrean roda dua maupun roda empat.

Hal pertama dilakukan, kata dia, memperkuat stok BBM yang ada di Fuel Pertamina untuk beberapa hari ke depan. Saat ini, rata-rata pemakaian terendah antara delapan hari sampai 14 hari.

Kedua, untuk pengiriman BBM melalui kapal, kata dia, juga dijalankan secara kontinu dan terjadwal dua sampai tiga hari sudah dikirim dari kilang yang ada di Tuban maupun Balikpapan.

"Nanti secara kontinu suplai akan dijaga dengan kapal, baik itu dari Tuban maupun dari Balikpapan, termasuk Biosolar. Kondisinya adalah normal, rata-rata stok yang tersimpan antara tujuh sampai dengan 12 hari. Semua terjaga dengan baik," tuturnya kepada wartawan di sela meninjau SPBU setempat.

Selain itu, guna menekan antrean, dari jumlah SPBU di Kota Makassar sebelum terjadinya antrean, ada 11 yang beroperasi 24 jam. Kini ditingkatkan menjadi 25 SPBU yang sudah diperbaharui noselnya, atau penambahan operator serta dioperasikan selama 24 jam.

"Ada 25 titik ini telah dipilih untuk titik-titik yang antreannya lebih dominan. Untuk lainnya adalah berjalan normal, dan ini secara kontinu reguler kita lakukan evaluasi lagi," tuturnya menekankan.

Di samping itu, Pertamina juga sudah bekerja sama dengan sejumlah SPBU untuk menambah noselnya. Tercatat, ada 12 SPBU dan menambah jam operasi dengan penambahan operator. Contohnya di SPBU ini, semula delapan operator per sif, dan dua sif 16 operator, sekarang ditambah menjadi 30 operator untuk tiga sif.

Terkait berapa volume peningkatan konsumsi pada saat memecah antrean?, kata Wahyudi, setelah ditinjau penyalurannya, ada kenaikan Pertalite itu kurang lebih 160 persen. Berapa volumenya pada saat normal? itu sekitar 800 Kilo Liter (KL) per hari.

"Sekarang meningkat sampai 1.300 KL per hari. Dahsyat enggak? Berarti dahsyat, ini pispot kita lakukan. Jumlah mobil tangki juga sudah disiapkan secara bergantian, semula 83 mobil tangki ditambahkan 25 mobil tangki, sekarang beroperasi adalah 108 mobil tangki," ucapnya menyebutkan.

Sehingga, bila dilihat kondisinya, sekitar SPBU yang tadinya indikasi antrean sekarang sudah banyak terurai dan cenderung landai antreannya setelah dilakukan intervensi dengan menambah pasokan.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas (kiri) berbincang dengan konsumen yang antre membeli BBM subsidi di sela meninjau SPBU 74.902.32 di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (13/8/2026). ANTARA/Darwin Fatir. ANTARA/Darwin Fatir



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPH Migas jamin stok BBM di Sulsel terkendali



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026