Logo Header Antaranews Makassar

Berdampak bagi ekonomi, Munafri: Antrean BBM harus diatasi

Senin, 14 September 2026 10:34 WIB
Image Print
Sejumlah warga saat antre membeli BBM di sebuah SPBU di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, pada Minggu malam sekitar pukul 23.40 WITA, 13 September 2026. (ANTARA/Riski Maruto)

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pemerintah kota tidak ingin persoalan antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) berlangsung terlalu lama, sebab kondisi tersebut dinilai telah berdampak luas terhadap aktivitas dan ekonomi masyarakat.

"Persoalan antrean BBM membutuhkan keterlibatan seluruh elemen karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh konsumen yang hendak mengisi BBM, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat secara lebih luas," ujarnya di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.

Sejumlah kebijakan strategis disiapkan untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM kepada masyarakat.

Langkah tersebut mulai dari penerapan sistem ganjil-genap, pembukaan layanan SPBU selama 24 jam, penambahan kuota BBM, hingga pengaturan waktu dan jalur khusus bagi kendaraan besar seperti truk dan bus, bahkan WFH bagi pegawai dan sekolah daring bagi siswa.

Dengan kebijakan dilakukan, menurutnya, kondisi antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Makassar harus segera diurai dan diminimalisir karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Ia menyebut meskipun berbagai laporan bahwa melandainya antrean di sejumlah SPBU menjadi indikasi bahwa langkah-langkah penanganan mulai memberikan dampak positif.

Namun, Munafri menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak lengah. Pemerintah Kota bersama Pemprov, TNI, Polri dan pihak Pertamina tetap akan memaksimalkan berbagai langkah teknis agar antrean panjang tidak kembali terjadi.

"Tidak ada pihak yang menginginkan kondisi antrean panjang tersebut berlarut-larut," kata dia.

Karena itu, Pemkot Makassar akan terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait untuk memastikan kebijakan yang telah disiapkan berjalan efektif di lapangan.

Appi sapaan Munafri, juga meminta agar optimalisasi pelayanan di SPBU benar-benar dilakukan, termasuk memastikan seluruh nozzle yang tersedia dapat berfungsi dan digunakan secara maksimal serta petugas operator bekerja secara optimal.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Makassar berharap antrean BBM dapat semakin terkendali dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Salah satu konsumen yang ditemui di lapangan bernama Amriani mengemukakan bahwa kelangkaan BBM sangat berpengaruh terhadap aktivitas hariannya sebagai salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di bidang kuliner.

Kata dia, beberapa aktivitas belanja harus dilakukan oleh ojek daring lantaran kendaraannya tidak memiliki BBM. Masa antre yang menyita banyak waktu diakui tidak mampu dinormalisasi karena harus menyiapkan pesanan dodor langganannya.

"Kita harus luangkan waktu buat antre, sementara pelanggan kami juga menunggu pesanannya. Jadi sementara, kita pakai jasa ojek daring keluar belanja, tetapi pengeluaran juga bertambah," kata dia.

Baca juga: BPH Migas pastikan stok BBM di Sulsel terkendali

Baca juga: Petrofin tambah armada lintas daerah optimalkan penyaluran BBM di Sulsel




Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026