Logo Header Antaranews Makassar

Dibutuhkan penanganan terintegrasi pada penyakit ATM

Senin, 14 September 2026 17:46 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham pada Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan untuk Pencegahan dan Penanggulangan penyakit HIV/AIDS, Tuberkulosis (TBC) dan Malaria (ATM) di Makassar, Senin (14/09/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengemukakan bahwa diperlukan penanganan terintegrasi dan berkelanjutan dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mencegah dan menanggulangi penyakit HIV/AIDS, Tuberkulosis (TB) dan Malaria (ATM).

Aliyah Mustika Ilham menekankan bahwa penanggulangan ketiga penyakit tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Diperlukan keterlibatan seluruh perangkat daerah, pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan, organisasi masyarakat, komunitas, dunia usaha, akademisi serta berbagai mitra lainnya.

“Penanggulangan penyakit ATM tidak hanya menjadi tugas Dinas Kesehatan. Diperlukan dukungan dari berbagai OPD, termasuk Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, sektor perumahan dan pemberdayaan masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat,” katanya pada Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan untuk Pencegahan dan Penanggulangan ATM di Makassar, Senin.

Pada giat yang dilaksanakan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) itu, Dia menjelaskan Pemkot Makassar terus meningkatkan kolaborasi dan mengupayakan dukungan anggaran daerah untuk memperkuat berbagai program penanggulangan penyakit ATM.

Dukungan itu mulai dari kegiatan promotif dan preventif, penemuan kasus, pengobatan, pencegahan penularan, hingga peningkatan akses pelayanan kesehatan di puskesmas dan posyandu.

“Kita harus memastikan setiap rupiah untuk ATM benar-benar sampai kepada pasien, obat, tenaga kesehatan dan masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Lebih jauh, Aliyah Mustika Ilham mengatakan bahwa HIV/AIDS, TB dan malaria bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Ketiga penyakit ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah ekonomi, kemiskinan, produktivitas dan masa depan bangsa. Karena itu, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Diperlukan satu suara, satu data dan satu anggaran,” tambahnya.

Ketua ADINKES Provinsi Sulawesi Selatan M Ishak Iskandar mengatakan bahwa penanggulangan HIV/AIDS, TB dan malaria membutuhkan keterlibatan seluruh sektor.

Ia menilai pendekatan kesehatan semata tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut karena terdapat aspek sosial, perilaku, lingkungan hingga ekonomi yang turut memengaruhi.

“Penanggulangan HIV/AIDS, TB dan malaria bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan sektor kesehatan saja. Harus dilihat dari seluruh aspek, baik sosial, perilaku, lingkungan maupun ekonomi. Karena itu, kemitraan adalah kunci,” jelas Ishak yang juga Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan anggaran kelurahan sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat upaya promotif dan preventif, termasuk edukasi, literasi kesehatan, deteksi dini, pendampingan pasien, pemberdayaan masyarakat, penguatan kader dan pencegahan stigma.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026