
Antrean kendaraan di SPBU di Gowa kembali normal

Gowa (ANTARA) - Antrean kendaraan masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin, terlihat mulai kembali normal.
Pemantauan di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Gowa, seperti di Jalan KH Agus Salim, Jalan Poros Malino dan di tempat lainnya di Gowa tampak antrean kendaraan tidak lagi mengular hingga ke badan jalan.
"Alhamdulillah, sangat senang melihat pemandangan seperti ini di SPBU. Tidak ada lagi antrian kendaraan yang tidak masuk akal," ujar warga Kabupaten Gowa Aziz.
Ia mengatakan dalam lima hari terakhir ini, dirinya sempat cemas tidak kebagian BBM. Padahal sepeda motor yang digunakannya yang digunakan untuk aktivitas pekerjaannya dan juga untuk mengantar anak-anaknya bersekolah, sangat membutuhkan bahan bakar fosil tersebut.
Azis pun mengaku sempat ikut mengantre BBM di wilayah Kabupaten Gowa dan Kota Makassar selama dua kali dalam lima hari terakhir.
"Motor saya itu kan matik ukuran kecil dan bensin yang bisa ditampung juga sangat sedikit. Pembelian paling banyak hanya tiga liter dan itu biasanya saya pakai untuk tiga hari," katanya.

Azis mengatakan saat mengantre pertama kalinya pada Rabu (9/9), dirinya bahkan pulang larut malam sekitar pukul 00.15 WITA.
"Lama sekali saya mengantri bensin, saya harus menunggu empat jam. Itu hari Rabunya, antriannya panjang sekali sekitar satu kilometer dari jalan raya menuju SPBU," katanya menjelaskan.
Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkap sejumlah alasan terkait fenomena antrean panjang BBM subsidi di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) di Kota Makassar serta kabupaten kota lainnya di Provinsi Sulawesi Selatan termasuk dipicu kenaikan harga BBM nonsubsidi.
"Setelah kenaikan BBM nonsubsidi, jenis Pertamax Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax Turbo itu ada kenaikan permintaan masyarakat untuk BBM subsidi secara bertahap. Awalnya cuma dua persen dari kondisi normal. Sekarang, Pertalite itu kenaikannya bisa mencapai 11 persen secara nasional," kata Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di SPBU 74.902.32 Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Minggu (13/9).
Pihaknya tidak memungkiri kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi ikut berpengaruh pada konsumsi masyarakat yang sebagian menggunakan BBM nonsubsidi, belakangan beralih ke BBM subsidi seperti jenis Pertalite dan Solar, ujar dia.
Baca juga: Siang ini tak ada antrean panjang BBM di Makassar
Baca juga: Ramai antrean di SPBU, Polda Sulsel bekuk 17 tersangka penimbunan BBM subsidi
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
