Logo Header Antaranews Makassar

BBM dianggap aman, Pemkot Makassar minta Pertamina tambah pasokan elpiji

Senin, 14 September 2026 21:05 WIB
Image Print
Arsip. Anak buah kapal melakukan bongkar muat tabung gas elpiji tiga kilogram di Pelabuhan Rakyat Paotere, Makassar, Sulawesi. (ANTARA/Arnas Padda)

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta Pertamina menambah ketersediaan pasokan sekaligus memperketat pengawasan distribusi gas LPG 3 kilogram bersubsidi merespons persoalan kelangkaan gas yang dikeluhkan masyarakat Kota Makassar.

"Gas LPG 3 kg merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tersedia dan mudah diperoleh oleh warga yang memang berhak menerima subsidi. Jadi, kita berharap pihak Pertamina memastikan ketersediaan," ujar Munafri di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Ia meminta Pertamina tidak hanya menambah pasokan dan kuota LPG 3 kg untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap jalur distribusinya.

Menurut Munafri, persoalan kelangkaan tidak boleh hanya dilihat dari sisi ketersediaan barang. Distribusi hingga tingkat pangkalan resmi juga perlu diperiksa untuk memastikan LPG bersubsidi benar-benar dijual kepada kelompok masyarakat yang berhak dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Harus ada surat edaran atau apa yang menegaskan bahwa penggunaan LPG ini memang sudah ada aturan yang diatur, digunakan kepada masyarakat yang berhak. Jangan dipakai kepada orang yang tidak berhak," ujarnya.

Wali Kota Makassar bahkan mendesak pihak PT Pertamina untuk segera turun ke lapangan dan melakukan investigasi total terhadap pangkalan-pangkalan resmi yang menyalurkan LPG 3 kg.

Pengawasan tersebut penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses distribusi, terlebih LPG 3 kg merupakan komoditas yang mendapatkan subsidi pemerintah.

"Karena apa? Karena ini ada subsidi di dalamnya, ada haknya orang yang harus diberikan kepada mereka," ujarnya.

Persoalan LPG 3 kg tersebut juga telah dibahas bersama Gubernur Sulawesi Selatan dan pihak Pertamina dalam pembahasan mengenai solusi persoalan kebutuhan energi masyarakat, termasuk masalah antrean dan ketersediaan BBM yang terjadi di sejumlah wilayah.

Ia menilai, penanganan LPG 3 kg membutuhkan langkah bersama dan pengawasan yang kuat agar persoalan di tingkat distribusi tidak berujung pada beban tambahan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Munafri menekankan pemerintah kota akan terus mendorong agar kebutuhan energi dasar masyarakat dapat terpenuhi.

Di sisi lain, ia menekankan tata kelola distribusi berjalan sesuai ketentuan, mulai dari ketersediaan pasokan, penyaluran, hingga penjualan di tingkat pangkalan.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026