Logo Header Antaranews Makassar

Warga Kaluku Bodoa Makassar diminta siaga hadapi kekeringan

Selasa, 15 September 2026 06:24 WIB
Image Print
Kampanye untuk menghemat air sebagai salah satu upaya mengajak warga Kaluku Bodoa untuk menghadapi kekeringan dan mewaspadai kebakaran yang merupakan bagian dari Program Desa Siaga Bencana yang diinisiasi PLN UIp Sulawesi di Makassar. ANTARA/HO-PLN UIP Sulawesi (.)

Makassar (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Siaga Bencana 2026 mendorong penguatan kapasitas warga Kaluku Bodoa hadapi kekeringan dan kebakaran.

"Salah satu upaya itu diwujudkan melalui kampanye hemat air dan pencegahan kebakaran di RT 05/RW 02, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar," kata Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi, Henry Donald Mangatas Silaen di Makassar, Senin.

Dia mengatakan Program Desa Siaga Bencana merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar.

“Melalui program ini, kami mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap penggunaan air dan pencegahan kebakaran," ujarnya.

Pihaknya berharap kolaborasi bersama pemerintah kelurahan, Kaltana, RT/RW, dan warga terus diperkuat untuk mewujudkan lingkungan yang tangguh dan siap menghadapi bencana.

Melalui program TJSL Desa Siaga Bencana 2026, lanjut dia, PLN UIP Sulawesi berkomitmen mendukung terbentuknya masyarakat yang lebih tangguh dan mandiri dalam menghadapi risiko bencana.

Kampanye hemat air dan pencegahan kebakaran diharapkan dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, hemat air, aman, dan semakin siap menghadapi potensi kekeringan maupun kebakaran.

Kampanye dikemas melalui kerja bakti bersih lingkungan, edukasi, dan aksi bersama dengan dua fokus utama, yaitu penggunaan air secara bijak serta pencegahan kebakaran di lingkungan permukiman.

Ketua Kelompok Kaltana Kaluku Bodoa, Hanah, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN melalui Program Desa Siaga Bencana. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran terhadap risiko kekeringan dan kebakaran.

Melalui kegiatan tersebut, lanjut dia, masyarakat diajak untuk membangun kebiasaan sederhana yang berdampak langsung terhadap pengurangan risiko bencana.

Edukasi hemat air menjadi penting di tengah potensi kekeringan, sementara pencegahan kebakaran perlu terus diperkuat mengingat kawasan permukiman memiliki kerentanan terhadap kondisi darurat.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026