Logo Header Antaranews Makassar

Menelusuri jejak Syekh Yusuf di jaringan Samudra Hindia

Selasa, 15 September 2026 12:26 WIB
Image Print
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman membuka Simposium peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf al-Makassari. (AANTARA/HO-Humas UIN Ar Raniry)

Banda Aceh (ANTARA) - UIN Ar-Raniry Banda Aceh menelusuri jejak Syekh Yusuf al-Makassari dalam jaringan intelektual, keagamaan, dan maritim yang menghubungkan Aceh dengan berbagai kawasan di Samudra Hindia.

"Posisi Aceh dalam jaringan tersebut penting dikaji karena wilayah ini menjadi salah satu simpul peredaran pengetahuan dan perkembangan jaringan Islam lintas kawasan," kata Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman di Banda Aceh, Senin kemarin.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Simposium peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf al-Makassari pada 1626–2026 yang dipusatkam di Darussalam.

Syekh Yusuf merupakan salah seorang murid dari Syekh Ibrahim al-Kurani, ulama kenamaan di Madinah yang juga gurunya Syekh Abdur Rauf al-Sinkili. Di Arab sana, dua dekade ia habiskan untuk mengenyam studi kepada sejumlah ulama, selain juga mengambil pengetahuan dari persinggahannya di beberapa wilayah.

Syekh Yusuf lahir di Makassar, 8 Syawal 1036 H atau bertepatan 3 Juli 1626 M.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk melihat kembali kiprah Syekh Yusuf dalam jaringan keilmuan dan keagamaan yang menghubungkan Aceh dengan berbagai kawasan di Samudra Hindia.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026