
Antisipasi kekeringan, BPBD Makassar telah distribusikan air bersih 3 juta liter

Makassar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar telah mendistribusikan air bersih sebanyak 3.043.800 liter air ke warga terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar di Makassar, Selasa, mengatakan, peningkatan jumlah titik distribusi menunjukkan penanganan kekeringan harus dilakukan secara dinamis berdasarkan kondisi aktual masyarakat.
“Kita tidak bisa bekerja hanya berdasarkan data awal. Ketika kebutuhan di lapangan bertambah, maka respons pemerintah juga harus ikut bergerak,” katanya.
Menurut Fadli, distribusi air bersih dalam situasi tanggap darurat bukan sekadar aktivitas mengirimkan air dari satu titik ke titik lain. Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah keterbatasan sumber air.
“Setiap liter air yang kita distribusikan memiliki arti bagi masyarakat. Ada kebutuhan rumah tangga, anak-anak, lansia dan aktivitas sehari-hari yang harus tetap berjalan,” ujarnya.
Distribusi tersebut menjangkau 310 titik, dengan dukungan 25 kendaraan operasional yang telah melaksanakan 705 ritase/perjalanan distribusi.
Menurut dia, operasi kemanusiaan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kekeringan.
"Operasi tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan di lokasi yang telah teridentifikasi sejak awal, tetapi terus diperluas mengikuti hasil pemantauan dan laporan kebutuhan masyarakat," kata dia.
Selain itu, BPBD terus melakukan pengaturan kendaraan agar distribusi dapat menjangkau sebanyak mungkin wilayah dengan sumber daya yang tersedia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD Makassar telah distribusikan air bersih 3 juta liter
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
