Logo Header Antaranews Makassar

Unhas dan Kementerian ESDM perkuat kolaborasi pengembangan EBT dan peningkatan kapasitas SDM

Rabu, 16 September 2026 08:45 WIB
Image Print
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa bersama Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi cendramata berfoto bersama di Makassar. ANTARA/HO-Unhas (.)

Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), teknologi energi berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa dalam keterangannya di Makassar, Rabu, menyatakan kesiapan universitas memperkuat kolaborasi dengan Kementerian ESDM.

Ia menilai EBT dan efisiensi energi harus menjadi bagian dari kebijakan universitas sekaligus gaya hidup masyarakat. Indonesia harus bangkit, bukan hanya tumbuh tinggi, tumbuh cepat, tapi juga tumbuh hijau.

"Kami telah menerbitkan Peraturan Rektor terkait target zero emission. Salah satu implementasinya adalah kebijakan penggunaan kendaraan listrik untuk kendaraan dinas," ujarnya.

"Mulai tahun ini tidak ada lagi pembelian kendaraan dinas yang menggunakan bahan bakar fosil, semua harus kendaraan listrik," sambung Prof JJ.

Prof JJ menekankan bahwa pengembangan energi berkelanjutan membutuhkan pendekatan lintas disiplin. Selain metalurgi, bidang ekonomi, pertanian, peternakan, dan kelautan juga dinilai memiliki peran penting.

Kolaborasi universitas dan Kementerian ESDM diharapkan berkembang pada bidang riset, teknologi, pengembangan EBT, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung agenda transisi dan pembangunan energi berkelanjutan.

Sementara Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, mengatakan Unhas memiliki potensi besar untuk terlibat dalam berbagai program pengembangan energi, khususnya di bidang EBT dan konversi energi.

Pengembangan energi masa depan tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyentuh berbagai aspek, mulai dari sosial, ekonomi, metalurgi, recycle, critical minerals, hingga teknologi baterai.

Prof. Eniya juga membuka peluang penguatan kerja sama kelembagaan antara kedua pihak. Salah satu gagasan yang tengah dipertimbangkan adalah pembentukan kantor perwakilan Kementerian ESDM di lingkungan universitas tersebut.

Prof. Eniya juga mengapresiasi komitmen universitas dalam mengembangkan pemanfaatan EBT di lingkungan kampus. Berbagai fasilitas kampus dapat diarahkan menggunakan sumber energi terbarukan yang dipadukan dengan konsep green building.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026